Kata Mutiara

Tidak akan kembali hari-hari yang telah berlalu

Jumat, 02 Januari 2015

Reformasi Gerakan Budaya Dalam Islam



 “Reformasi Gerakan Budaya Dalam Islam”
Siti Suwadah Rimang*

Pendahuluan

Reformasi secara etimologis berasal dari kata “reformation” dengan akar kata “reform” yang secara semantik bermakna “make or become better by removing or putting right what is bad or wrong”[1]. Reformasi merupakan bagian dari dinamika masyarakat, dalam arti bahwa perkembangan akan menyebabkan tuntutan terhadap pembaharuan dan perubahan untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan perkembangan tersebut.  Reformasi juga bermakna sebagai suatu perubahan tanpa merusak (to change without destroying) atau perubahan dengan memelihara (to change while  preserving). Dalam hal ini, proses reformasi bukanlah proses perubahan yang radikal dan berlangsung dalam jangka waktu singkat, tetapi merupakan proses perubahan yang terencana dan bertahap.
Makna reformasi dewasa ini banyak disalah artikan sehingga gerakan masyarakat yang melakukan perubahan yang mengatasnamakan gerakan reformasi juga tidak sesuai dengan gerakan reformasi itu sendiri. Hal ini terbukti dengan maraknya gerakan masyarakat dengan mengatasnamakan gerakan reformasi, melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan makna reformasi itu sendiri.

Secara harfiah reformasi memiliki makna suatu gerakan untuk memformat ulang, menata ulang atau menata kembali hal-hal yang menyimpang untuk dikembalikan pada format atau bentuk semula sesuai dengan nilai-nilai ideal yang dicita-citakan rakyat.
Oleh karena itu suatu gerakan reformasi memiliki kondisi syarat-syarat sebagai berikut :
Pertama, suatu gerakan reformasi dilakukan karena adanya suatu penyimpangan-penyimpangan. Masa pemerintahan ORBA banyak terjadi suatu penyimpangan-penyimpangan, misalnya asas kekeluargaan menjadi “nepotisme” kolusi dan korupsi yang tidak sesuai dengan makna dan semangat pembukaan UUD 1945 serta batang tubuh UUD 1945.
Kedua, suatu gerakan reformasi dilakukan harus dengan suatu cita-cita yang jelas (landasan ideologis) tertentu, dalam hal ini Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara Indonesia. Jadi reformasi pada prinsipnya suatu gerakan untuk mengembalikan pada dasar nilai-nilai sebagaimana dicita-citakan oleh bangsa Indonesia. Tanpa landasan visi dan misi ideologi yang jelas maka gerakan reformasi akan mengarah anarkisme, disintegrasi bangsa dan akhirnya jatuh pada kehancuran bangsa dan negara Indonesia, sebagaimana yang telah terjadi di Uni Soviet dan Yugoslavia.
Ketiga, suatu gerakan reformasi dilakukan dengan berdasar pada suatu acuan reformasi. Reformasi pada prinsipnya gerakan untuk mengadakan suatu perubahan untuk mengembalikan pada suatu tatanan struktural yang ada, karena adanya suatu penyimpangan. Maka reformasi akan mengembalikan pada dasar serta sistem negara demokrasi, bahwa kedaulatan adalah ditangan rakyat sebagaimana terkandung dalam pasal 1 ayat (2) UUD 1945.
Reformasi harus mengembalikan dan melakukan perubahan ke arah sistem negara hukum dalam arti yang sebenarnya sebagaimana terkandung dalam penjelasan UUD 1945, yaitu harus adanya perlindungan hak-hak asasi manusia, peradilan yang bebas dari pengaruh penguasa, serta legalitas dalam arti hukum. Oleh karena itu reformasi itu sendiri harus berdasarkan pada kerangka hukum yang jelas. Selain itu reformasi harus diarahkan pada suatu perubahan ke arah transparasi dalam setiap kebijaksanaan dalam penyelenggaraan negara karena hal ini sebagai manesfestasi bahwa rakyatlah sebagai asal mula kekuasaan negara dan rakyatlah segaa aspek kegiatan negara. Atau dengan prinsip, bahwa “Tiada Reformasi dan Demokrasi tanpa supremasi hukum dan tiada supremasi hukum tanpa reformasi dan demokrasi”.
Keempat, Reformasi diakukan ke arah suatu perubahan kearah kondisi serta keadaan yang lebih baik dalam segala aspeknya antara lain bidang politik, ekonomi, sosial budaya, serta kehidupan keagamaan. Dengan lain perkataan reformasi harus dilakukan ke arah peningkatan harkat dan martabat rakyat Indonesia sebagai manusia demokrat, egaliter dan manusiawi.
Kelima, Reformasi dilakukan dengan suatu dasar moral dan etik sebagai manusia yang berkeTuhanan Yang Yaha Esa, serta terjaminnya persatuan dan kesatuan bangsa. Atas dasar lima syarat-syarat di atas, maka gerakan reformasi harus tetap diletakkan dalam kerangka perspektif pancasila sebagai landasan cita-cita dan ideologi, sebab tanpa adanya suatu dasar nilai yang jelas, maka reformasi akan mengarah kepada disintegrasi, anarkisme, brutalisme, dengan demikian hakekat reformasi itu adalah keberanian moral untuk membenahi yang masih terbengkalai, meluruskan yang bengkok, mengadakan koreksi dan penyegaran secara terus-menerus, secara gradual, beradab dan santun dalam koridor konstitusional dan atas pijakan/tatanan yang berdasarkan pada moral religius.

 

Reformasi Budaya

Menurut ahli budaya, kata budaya merupakan gabungan dari dua kata, yaitu budi dan daya. Budi mengandung makna akal, pikiran, paham, pendapat, ikhtiar, perasaan. Daya mengandung makna tenaga, kekuatan, kesanggupan. Jadi kebudayaan berarti kumpulan segala usaha dan upaya manusia yang dikerjakan dengan mempergunakan hasil pendapat untuk memperbaiki kesempurnaan hidup (Sidi Gazalba, 1998 : 35) Apa yang anda ingat ketika orang menyebut kata budaya, biasanya yang terlintas adalah seni suara, seni tari, seni tradisional, seni film, dan seterusnya. Seolah-olah budaya milik para seniman tertentu saja, padahal arti sesungguhnya budaya adalah segala sesuatu hasil karya, karsa dan tingkah laku manusia. Manusia menjadi objek utama dari terbentuknya budaya.
Budaya mempunyai peran penting terbentuknya kondisi yang lebih baik, jika salah dalam memahami budaya bisa berakibat fatal, sesuatu yang dianjurkan menjadi seolah-olah wajib, sementara sesuatu yang dilarang bisa menjadi boleh atau biasa saja. Sebagai contoh, ketika proses pernikahan, salah satu perkara besar yang disiapkan adalah pesta pernikahan dan aksesorisnya, seperti, berapa orang yang akan diundang?, digedung mana?, siapa saja tokoh yang akan diundang? dan seterusnya. Padahal tidak ada ketentuan bahwa syarat sahnya nikah adalah pesta. Pesta sesungguhnya adalah anjuran yang jika anda mampu melaksanakannya, maka sangat dianjurkan. Namun jika anda tidak mampu melaksanakannya maka tidak perlu melaksanakan, cukup melaksanakan akad nikah, anda sah menjadi suami istri, menjadikan yang haram menjadi halal.
Namun di tengah-tengah masyarakat terbentuk budaya yang sangat kuat bahwa pernikahan tersebut “wajib” dipestakan, semakin besar pesta pernikahannya seolah-olah semakin tinggi kelas sosial yang bersangkutan. Akhirnya jika tidak punya dana yang cukup berhutangpun tidak masalah.
Contoh lain, “budaya” korupsi diduga sudah lama terbentuk dalam penyelengaraan negara, akhirnya susah untuk benar-benar tidak kena getahnya korupsi, mulai dari kelurahan sampai pelayanan yang tertinggipun terdapat getah-getah korupsi, masih ada sebagian pelaksana negara yang menganggap “budaya’ korupsi sudah menjadi biasa dan tidak masalah jika melakukannya.
Budaya mempunyai peran yang besarnya dalam membentuk dan merubah pola perilaku dari suatu bangsa, perbaikan dan kemajuan bisa terjadi, jika terjadi perubahan budaya ke arah yang labih baik secara konsisten. Dalam penjelasan UUD pasal 32, disebutkan : “ Usaha kebudayaan harus menuju ke arah kemajuan adab, budaya dan persatuan, dengan tidak menolak bahan-bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri, serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Idonesia “.
Saat ini bangsa Indonesia sedang giat-giatnya memberantas “budaya” korupsi, dengan cara menyelidiki, menangkap, mengadili dan memenjarakan pelaku korupsi, ini perlu didukung dan diapresiasi sangat besar. Namun hal yang mendasar yang juga harus difikirkan adalah jika pendekatan yang dilakukan hanya pendekatan hukum, maka akhirnya yang terjadi adalah perubahan karena takut dihukum, dan ketika hukum lemah serta lengah, budaya lama akan menjangkiti kembali. Diperlukan reformasi budaya, agar terbentuk budaya bahwa korupsi itu benar-benar menjijikkan dan orang yang korupsi adalah lambang keterbelakangan dan kuno.
Lalu soslusi apa yang harus diambil???

Dalam setiap kemajuan selalu diiringi dengan perubahan budaya, sebagai contoh dalam dunia pendidikan, anda yang baru tamat SMU melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi. Jika budaya yang anda pakai adalah budaya ketika anda di SMU, maka itu adalah indikasi kegagalan anda mengikuti perkuliahan, mengapa demikian? karena anda belum mampu melakukan adaptasi budaya sesuai dengan kebutuhan di lingkungan baru anda.
Hal yang sama juga terjadi pada saat anda melanjutkan studi S2 dan S3, jika saat anda memasuki lingkungan S3 yang anda pakai adalah budaya saat anda belajar S1, yakinlah anda akan menghadapi kendala dalam menyelesaikan S3 anda. kalau anda mau berhasil paksa diri anda untuk merubah budaya anda sesuai tuntutan lingkungan S3 yang anda masuki.
Dibutuhkan kesadaran dari setiap orang untuk mengetahui apa kebutuhan budaya yang dikehendaki ketika anda masuk dalam tahapan tertentu, dan pastikan budaya tersebut adalah budaya yang benar. Kalau setiap orang sadar bahwa perlu melakukan adaptasi budaya secara terus menerus, ini pertanda perubahan besar akan terjadi, dan secara bertahap perlu dibakukan dalam sistim yang lebih kuat bisa berupa perangkat hukum, tata nilai dan lain-lain.
Al Qur’an memandang kebudayaan itu merupakan suatu proses, dan meletakkan kebudayaan sebagai eksistensi hidup manusia. Kebudayaan merupakan suatu totalitas kegiatan manusia yang meliputi kegiatan akal hati dan tubuh yang menyatu dalam suatu perbuatan. Oleh karena itu, secara umum kebudayaan dapat dipahami sebagai hasil akal, budi, cipta rasa, karsa dan karya manusia. Ia tidak mungkin terlepas dari nilai-nilai kemanusiaan, namun bisa jadi lepas dari nilai-nilai ketuhanan.
Kebudayaan Islam adalah hasil akal, budi, cipta rasa, karsa dan karya manusia yang berlandaskan pada nilai-nilai tauhid. Islam sangat menghargai akal manusia untuk berkiprah dan berkembang. Hasil akal, budi rasa dan karsa yang telah terseleksi oleh nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal berkembang menjadi sebuah peradaban.
Dalam perkembangannya kebudayaan perlu dibimbing oleh wahyu dan aturan-aturan yang mengikat agar tidak terperangkap pada ambisi yang bersumber dari nafsu hewani dan setan, sehingga akan merugikan dirinya sendiri. Di sini agama berfungsi untuk membimbing manusia dalam mengembangkan akal budinya sehingga menghasilkan kebudayaan yang beradab atau peradaban Islami.
Oleh karena itu, misi kerasulan Muhammad SAW sebagaimana dalam sabdanya: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak”. Artinya Nabi Muhammad SAW, mempunyai tugas pokok untuk membimbing manusia agar mengembangkan kebudayaan sesuai dengan petunjuk Allah.

Dibutuhkan standar
Agar tidak membingungkan, ketika anda memasuki lingkungan budaya yang baru, dan sadar bahwa dibutuhkan adaptasi budaya baru, maka dibutuhkan standar, budaya yang seperti apa yang seharusnya dilakukan dan pastikan budaya tersebut adalah budaya yang benar. Dalam hal ini saya menyarankan agama menjadi standar benar atau tidaknya budaya. Bagi anda yang muslim, agama Islam menjadi standar apakah budaya yang ada benar atau salah. Ini akan mempermudah bagi  anda yang akan memasuki lingkungan baru, apakah budaya pada lingkungan baru anda perlu anda ikuti atau perlu dikritisi bahkan kalau perlu dirubah.
Spektrum
Dibutuhkan spektrum yang luas untuk melakukan perubahan budaya di masyarakat, maka perlu dipilih cara dan media yang paling besar dampak dan pengaruhnya pada masyarakat. Dalam perspektif inilah akhirnya media-media budaya berupa seni dengan berbagai variansnya menjadi sangat penting dan strategis. Lihatlah Amerika dengan strategi budaya film mereka, yang mengangkat “Hero” dalam setiap film-film mereka, mulai dari Batman, Spiderman, Robocop, dll. Sadarkah anda, bahwa ada strategi budaya, bukan terjadi dengan sendirinya. Amerika melalui strategi budaya film, mengemas budaya baru bahwa Amerika adalah “Hero” bagi kemanusian dan dunia. Cara ini memuluskan keinginan Amerika untuk menguasai dan menjadi polisi dunia.
Indonesia dulu juga mempunyai “Hero” seperti Pangeran Diponegoro, Fatahillah, Cut Nyak Dien, Si Pitung, Nagabonar, dll.  Namun sepertinya tidak terdesign dengan baik, sehingga spektrum dan pengaruhnya kurang masif di tengah masyarakat.
Seni suara, seni film dan sinetron, merupakan media yang besar jangkauanya ke masyarakat, untuk itu diperlukan strategi budaya. Ada strategi nasional yang didesign oleh negara untuk didorong pelaksanaanya kepada para budayawan. Para Budayawan sadar bahwa output yang mereka hasilkan bukan hanya berujung pada melimpahnya materi berupa keuntungan, namun juga berdampak pada terbentuknya budaya yang kuat dan benar ditengah-tengah masyarakat.
Dalam hal ini saya sangat mengapresiasi kerja keras, cerdas dan kreatifnya Habiburrahman el-Zhirazy dan timnya, yang telah mempengaruhi budaya film Indonesia yang tadinya hanya seputar foya-foya, Hedonis, hantu dan seks, menjadi penuh makna, sehat dan benar. Saya melihat tawaran budaya yang jauh lebih baik dari sebelumnya, walaupun mungkin, ini sifatnya masih gebrakan individu bukan strategi budaya secara nasional.
Dengan budaya yang penuh makna, sehat dan benar yang ditawarkan melalui media film, sinetron serta tarik suara, diharapkan mampu membentuk karakter bangsa Indonesia yang benar dan kuat. sehingga budaya kerja keras, jujur, jauh dari korupsi, religius, menjadi terbentuk dengan kuat di masyarakat, dan  kemajuan Indonesia bisa kita impikan mengantikan negara-negara yang saat ini menjadi negara maju. Akhirnya saya melihat Indonesia saat ini, sangat membutuhkan reformasi budaya.
 Budaya seringkali dimaknaisebagai manifestasi kehidupan setiap individu maupun
kelompok yang berbeda dengan kehidupan hewan yang cenderung statis dan berjalan secara alami. Manusia tidak begitu saja hidup di tengah-tengah alam yang luas ini, melainkan selalu mengadakan perubahan-perubahan terhadap alam yang ada hingga dapat terwujud sebagai sebuah budaya/kebudayaan. Kebudayaan
meliputi segala manifestasi dan kehidupan manusia yang berbudi luhur dan yang bersifat rohani seperti agama, kesenian, filsafat, ilmu pengetahuan, tata negara,dan lain sebagainya.Kebudayaan juga dapat diartikan sebagai sebuah tradisi yang berlaku dalam masyarakat yang dapat diterjemahkan atau penerusan norma-norma, adat istiadat maupun aturan-aturan yang berlaku dalam masyarakat. Namun demikian, hal itu tidak berarti bahwa apa yang sudah mentradisi di masyarakat merupakan barang mati yang tidak dapat berubah, tetapi tradisi di dalam masyarakat justru memerlukan pengembangan dan perpaduan sesuai dengan aneka ragam perbuatan manusia secara keseluruhan dan sesuai pula dengan pola pikir masyarakat. Hal ini karena tradisi diciptakan oleh masyarakat, maka pada suatu ketika masyarakat berhak untuk menerima,menolak ataupun perubahnya. Dalam kaitannya dengan agama, kebudayaan yang lahir dari agama dan berkembang seiring dengan perkembangan agama yang melahirkan kebudayaan tersebut.
Dengan demikian, antara agama dan kebudayaan tidak bisa dipisah-pisahkan. Ketika agama Islam mulai masuk di Indonesia, terutama selama penyebaran Islam di pulau Jawa yang dibawa oleh para Wali (biasa disebut dalam legenda Jawa sebagai Wali Sembilan atau Wali Songo), bentuk kebudayaan yang bernuansa keislaman mulai bermunculan. Pendekatan yang dilakukan oleh para Wali dengan mengakulturasikan Islam dan budaya lokal menjadi pilihan mereka. Pendekatan dakwah melalui kebudayaan lokal dengan memasukkan unsur-unsur Islam dianggap yang paling sesuai pada masa tersebut. Pilihan untuk memberi makna pagelaran wayang kulit, gending-gending Jawa (lagu-lagu berbahasa Jawa) dengan nilai-nilai Islam merupakan mainstream dakwah masa-masa awal Islam di Jawa.



Budaya yang merusak Generasi bangsa
Budaya Tahun Baru
Banyak alasan seseorang merayakan tahun baru ini, misalnya karena tahun universal, mengikuti trend, dan lain sebagainya. Namun, seorang muslim haruslah peka / berhati-hati karena ini adalah salah satu trik orang kafir untuk me-murtadkan dan menyesatkan. Tujuannya, seorang muslim memandang perkara dosa tidak dianggap dosa karena sudah terbiasa. Ia menjadi lalai dan tidak memiliki pegangan kuat terhadap agamanya.
Kondisi ini sudah disinyalir dalam QS Ali Imran 69;
“Segolongan ahli Kitab ingin menyesatkan kamu. Padahal (sesungguhnya) mereka tidak menyesatkan melainkan diri mereka sendiri, tetapi mereka tidak menyadarinya.”
Banyaknya umat islam yang merayakan tahun baru ini memang sungguh ironis, dan sudah diprediksikan nabi untuk menyatakan kondisi umat di akhir zaman.
“Kamu akan mengikuti perilaku orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta, sehingga kalau mereka masuk ke lubang biawak pun kamu ikut memasukinya. Para sahabat bertanya : “Siapa mereka yang baginda maksudkan itu, ya Rasulullah ?” Beliau menjawab : “Orang-orang Yahudi dan Nasrani.” (HR. Bukhari)
Harus disadari, bahwasanya Yahudi dan Nasrani adalah pelopor budaya / peradaban zaman sekarang melalui propaganda media yang dikuasainya. Sehingga seseorang menganggap dirinya tidak modern jika tidak mengikuti budaya meraka. Alhasil, betapa ironisnya orang islam berduyun-duyun memeriahkan perayaan tahun baru, sementara event itu sendiri adalah perayaan ibadahnya orang nasroni.
Waktu bagi setiap muslim, janganlah disia-siakan. Hidup tidak bisa diulang. Umur yang dikaruniakan akan diminta pertanggungjawaban saat berhadapan dengan Allah SWT kelak. Setiap orang akan dengan mudah dibuka file catatan amalnya. Jangan sampai umur kita habis tidak dalam ketaataan. Namun sebaliknya, dihabiskan dengan berpoya-poya dan bersenang-senang. Apalagi membuang waktu dengan kegiatan mudharat dan dosa, salah satunya ikut memeriahkan ibadah agama lain.
Budaya valentine
Bulan februari merupakan bulan yang selalu diidentikan dengan bulan penuh cinta yang dinantikan para remaja Indonesia dimana mereka akan selalu mengingat 1 hari pada bulan ini yaitu tepat pada tanggal 14 februari yang sering mereka sebut sebagai hari kasih sayang yaitu valentine atau lebih familiarnya “valentine day”. Bulan februari ini selalu diidentikan dengan warna merah hati dan diwarnai dengan kebiasaan memberikan sesuatu bisa cokelat, bunga dan sebagainya kepada pasangannya yang sedang memadu cinta sebagai bentuk rasa kasih sayang.
Budaya ini sebenernya budaya jahiliyah yang dipropagandakan sangat massif dan progressif oleh kaum non muslim (zionis-salibis) karena jika dilihat dari sejarah valetine day dan perkembangannya  dimana amerika dan sekutunya sebagai  aktor yang ada digarda terdepan. Namun ironis karena di Indonesia mayoritas remajanya beragama islam maka remaja muslimlah yang jadi korban terbanyaknya. Ditambah serangan gencar membabi buta dari media seperti televisi, koran, majalah dan sokongan kaum sepilis (sekuleris, pluralis dan liberalis)  juga sarana lainnya membuat remaja kita sulit untuk melawan budaya valentine day ini yang sudah menjadi kebiasan sejak lama dan turun temurun terwarisi.
Budaya ini sangat berbahaya bagi moral dan akhlak para pemuda muslim, mengapa ? sebab berdasarkan hasil kajian dan analisis  juga fakta-realita yang ada, dalam merayakan hari valentine (kasih sayang) banyak remaja  yang melakukan sek bebas (hubungan diluar nikah), mabuk-mabukkan, berfoya-foya dan lainnya yang sangat jauh dari norma-norma agama. Efek dari gencarnya perayaan hari valentine adalah menghilangnya nilai-nilai spiritualitas dan moralitas dalam diri remaja Indonesia juga dapat menghilangkan budaya ketimuran luhur yang selama ini melekat.
Rusaknya remaja kita disebabkan banyak hal mulai dari pergaulan bebas yang tidak terkendali  seperti sex bebas, minum-minuman keras, narkoba, tawuran, konsumtif-hedonistik dan sebagainya adalah buah dari menghilangnya nilai-nilai spiritualitas dan moralitas remaja saat ini. Mereka sudah semakin jauh dari tradisi – tradisi agama, dimana tradisi – tradisi tersebut seperti mengaji ,berpakaian sopan, aktif dirohis sekolah, remaja masjid dan mushollah, menghormati orang tua dan guru juga sholat berjamaah tergerus oleh tradisi budaya asing (jahiliyah) yang negatif salah satunya adalah perayaan hari valentine ini.
Sumber Berita: www.swarakalibata.com

MEMBUKA LEMBARAN BARU



MEMBUKA LEMBARAN BARU
DI TAHUN 2015
(Sandi Ibnu Syam)
“Rasulullah Sallalahu Alaihi Wasallam Bersabda, Barangsiapa yang keadaan amalannya hari ini lebih jelek dari hari kemarin, maka ia terlaknat. Barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia termasuk orang yang merugi, dan barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung.”( Al-Hadits )
      Tahun 2014 telah terlewati rasanya hanya sepintas lalu bertemu dengannya. Namun, apakah semua yang telah kita lakukan di tahun 2014 memilki makna  atau malah sebaliknya, ini merupakan sebuah renungan bagi kita semua. Detik-Detik pergantian tahun 2014 ke tahun 2015 telah  berlalu, membuat kita ingin kembali bersua  dengan orang-orang yang kita cintai terutama keluarga, kerabat, teman, dan lain sebagainya.
            Membuka lembaran baru di tahun 2015, merupakan suatu yang harus  kita pikirkan sebagai sebuah bahan evaluasi di tahun 2014 kemarin. Allah  telah mengingatkan kepada hambanya  yang beriman kepada-Nya di dalam Al-Qur’an yang bunyinya sebagai berikut : “Wahai orang-orang  yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memerhatikan apa yang telah di perbuatnya untuk hari esok(akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”(QS.Al-Hasyr: 18). 
            Menurut Dekan FEBI (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam) Prof. Dr.H. Ambo Asse, MA dalam menafsirkan ayat ini, QS. Al-Hasyr ayat ke delapan belas ini merupakan, ayat manajemen sebab di dalamnya terkandung makna planning, organizing, direction dan kontroling.
Pertama, Planning ( perencanaan )
Disini seseorang merencanakan apa-apa yang semestinya dilakukan di tahun 2015 ini, agar nantinya menjadi kerangka acuan dalam beraktivias seperti membuat jadwal harian, mingguan, bulanan, dan bahkan bisa juga tahunan, demi mencapai suatu cita-cita dalam hidup ini. Planning yang di buat ini nantinya juga menjadi suatu hal yang memang mestinya seseorang melakukannya dengan kesadaran penuh ditambah dengan suatu action dan doa agar semua harapan itu bisa tercapai dengan semaksimal mungkin.
Kedua, organizing ( pengorganisasian )
Disini seseorang membuat suatu perangkat atau organisasi dalam mewujudkan cita-cita atau harapan di tahun 2015 ini hingga tahun-tahun berikutnya. Sebab jika hanya planning tanpa ada organizing akan membuat apa yang kita planning-kan akan rancu dan berantakan serta tidak teratur dengan rapi terhadap apa-apa yang telah kita planning-kan atau yang kita rencanakan sebelumnya.
Ketiga, direction ( pengarahan )
Kegiatan ini di buat setelah planning (perencanaan) dan organizing (pengorganisasian) agar arahnya  sesuai dengan target yang ingin dicapai  di tahun 2015, yang menjadi tumpuan harapan bagi kita semua. Dengan adanya pengarahan ini dapat berfungsi menjadi lebih efektif dan efisien dan lebih baik lagi.
Keempat, controling (pengontrolan )
atau biasa juga di sebut sebagai evaluasi ketika seseorang telah melakukan ketiga hal di atas agar lebih maksimal lagi jika ada yang ingin dicapai dan menjadi tumpuan harapan dan cita-cita untuk melahirkan suatu peradaban yang revolusioner dalam kehidupan ini.
            Semestinya di tahun 2015 ini kita merenung dan mengevaluasi diri kita masing-masing. Tetapi dengan melihat realitas yang terjadi adalah malah maraknya kembang api yang sudah membudaya di negeri yang kita cintai ini, mereka melakukan hal itu untuk menghambur-hamburkan sesuatu yang tidak bermanfaat untuk dirinya lebih-lebih kepada orang lain sehingga yang terjadi tidak ada ketentraman di dalam hidup manusia yang heterogen.
            Jelang malam pergantian tahun penjual Kembang api  dan Terompet di Makassar Sulawesi-Selatan malah menjamur. Para pedagang musiman ini banyak ditemukan di sejumlah ruas jalan. Merekapun meraup keuntungan yang cukup menjanjikan.Seperti pada tahun tahun sebelumnya menjelang perayaan tahun baru penjual Kembang api dan Terompet marak di pingir jalan di kota Makassar.

            Salah satunya, penjual Kembang api di jalan bolevard Makassar yang berjualan dengan menggunakan mobil box. Berbagai jenis Kembang api ditawarkan dengan berbagai harga sesuai ukuran. Mulai harga seribu hingga enam ratus ribu rupiah.

            Namun Kembang api ukuran besar tidak diperjualbelikan untuk anak-anak guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Tetapi tidak hanya Kembang api saja, yang satu ini juga
tidak kalah ramainya. Yaitu pedagang Terompet yang juga marak kita temui saat menjelang malam pergantian tahun. salah satunya di jalan Andi Pangerang Pettarani Makassar. Bagi para pedagang yang menjual Terompet merupakan bisnis tahunan dengannya mereka mampu meraup keuntungan. Namun penjualan Terompet kali ini tidak seperti biasanya. Pasalnya pembeli kebanyakan membeli Terompet plastik yang digunakan dengan hanya dipompa.
            Melihat realitas yang terjadi di atas maka seharusnya kegiatan-kegiatan tersebut dialihkan kepada sesuatu yang bermanfaat untuk mendapatkan nilai yang lebih di tahun 2015 ini. Setiap  orang mempunyai persepsi yang berbeda dalam menjalani hidup apalagi kita baru meninggalkan tahun 2014 dan akan mengarungi dan membutuhkan perjuangan yang semaksimal mungkin di tahun 2015. Sebab belum tentu kita mampu dan bisa menjalani hari-hari yang lebih baik di tahun 2015 ini, disebabkan umur yang Allah Swt berikan apakah kita mampu memanfaatkan dengan sebaik-baiknya atau malah sebaliknya. Amalan-amalan yang kita lakukan merupakan sebuah acuan bagi seseorang apakah amalannya seperti kemarin sama saja atau sebaliknya, sesuai dengan hadits nabi di awal pembahasan.
            Hidup merupakan anugerah terindah yang Allah Swt berikan kepada setiap hambanya untuk bisa terus berkarya dan bekerja secara kreatif dan inovatif untuk mencapai tujuan hidup yaitu kembali kepada Allah sebagai tujuan yang terakhir.
            Oleh karena itu, manusia sebagai pengelola bumi ini yang juga mampu untuk menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri kearah yang lebih baik. Ada sebuah kata bijak yang mengatakan bahwasanya “ memimpin seribu orang itu lebih gampang daripada memimpin dua orang, dan memimpin dua orang itu lebih gampang daripada memimpin diri sendiri. Jadi, kita sebagai manusia tentunya harus berusaha mengontrol diri sendiri untuk melakukan perubahan-perubahan yang mengarah kepada hal yang positif sebab Allah Swt mengingatkan kepada manusia dalam firman-Nya : ... “Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”....(QS. Ar-Ra’d:11).
            Jiwa akan sepi tanpa teman, hati akan mati tanpa iman, hari ini adalah kenyataan, kemarin adalah kenangan, dan esok adalah impian. Mari kita jadikan tahun 2015 ini seperti sebuah buku tulis yang masih kosong agar setiap lembar dari buku tersebut kita tuliskan dengan tulisan-tulisan yang terbaik. Selamat menjalani kehidupan baru di tahun 2015 ini.
Wallahu a’lam.
Editor : Fadil Burhan Lai
SUMBER : BULETIN AL-MUFIID EDISI 60






Kamis, 01 Januari 2015

Catatan Harin di Kampung Pugalu

Senin, 8 Juli 2013
Perjalanan Yang Melelahkan
Oleh : Sandi Ibnu Syam
Muballigh Hijrah oleh Universitas Muhammadiyah kali ini mempunyai kesan yang tersendiri bagi saya, sebab saya di tempatkan di Luwu Utara setelah tahun lalu di Enrekang yang suasananya dingin sehingga ketika saya berada di sana sering kedinginan apalagi setiap bangun sahur di rumah Ust. Husain.
Kemarin Ahad 7 Juli 2013, Saya bersama Kak Rahman berangkat dari Rusunawa C ke Pangkalan Mobil Alam Indah setelah Saya berpamitan dengan Ust. Husni dan teman-teman PUT yang lain yang juga akan berangkat ke daerah-daerah lain yang ada di Indonesia Timur baik di Sulawesi Selatan,Sulawesi Barat,Sulawesi Tengah,dan Di Sorong Papua Barat . Di tengah perjalanan Kami singgah di depan Kampus UIN Alauddin Makassar menunggu tiga orang lainnya yang akan berangkat juga ke Luwu Utara. Di depan Kampus Kami lama menunggu sebab teman yang lainnya masih bersiap-siap untuk mempersiapkan segala hal yang perlu di persiapkan untuk berangkat ke tempat tujuan. Bisa di katakan Kami lama menunggu sekitat 30 menit, dalam penantian itu, Saya ke rumah kontrakan Bapakku namun Saya tidak mendapati Bapakku di Kontrakannya yang Saya sendiri hanya ingin memberitahunya bahwa Saya akan ke Luwu Utara. Tak satu pun orang Saya lihat ketika sudah sampai di rumah kontrakan Bapakku Saya melihat Kontrakan tersebut di gembok dengan sangat kuat sekali, beberapa saat kemudian Saya bergegas kembali menemui Kak Rahman yang sudah lama menunggu, namun ternyata sesampainya saya menemui Kak Rahman ketiga teman Kami yang lainnya belum datang sehingga Kami menunggu lagi kedatangan mereka bertiga. Selang watu tiga menit kemudian mereka pun muncul dengan naik Bentor(Becak Motor) di antara mereka adalah Ismail, Ida Laela danRisnawati.
Mereka berhenti sejenak member tahu Kami agar bisa menunggu sejenak lagi sebab mereka bertiga akan di antar ke Pangkalan Mobil Pete-Pete 07 depan PT. Telkom dengan Bentor  tadi dan tak lama kemudian Bentor yang di naiki teman Kami akhirnya datang lagi untuk mengantar Kami ke Pangkalan Pete-Pete hanya beberapa menit Kamipun sampai serta Kami langsung menaiki Mobil Pete-Pete tersebut untuk jurusan ke UNHAS. Dalam perjalanan Kami bercakap-cakap mengenai apa-apa saja yang Kami lakukan setelah sampai di Luwu Utara. Saya kira Kami akan turun di depan PUSDAM(Pusat Dakwah Muhammadiyah) namun ternyata Kami turun depan Pangkalan Mobil Alam Indah Kami sampai disini hingga hujan juga menyertai perjalanan selama di Mobil yang juga Adzan Maghrib sudah berkumandan di Masjid-Masjid sekitar Pangkalan tersebut,namun agak jauh dari Pangkalan karena hujan juga sehingga Kami shalat Maghrib secara berjama’ah dan menqashar Shalat Kami di Mushalla yang di Pangkalan Mobil tersebut. Sementara teman Kami yang lain menjaga barang-barang Kami berupa Tas,Koper, dan lain-lain. Sesudah Kami Shalat barulah teman yang menjaga barang-barang Kami yang tak lain adalah Sauadari IMMawati Ida Laela Shalat Maghrib dan tugas Kami lagi yang akan menjaga barang-barang tersebut. Sementara teman Kami yang lainnya belum datang juga yakni Saudara IMMawan Muh. Ulil Amri sedang dalam perjalanan dari Antang ke Pangkalan yang Kami singgahi ini, karena kemacetan Ia terlambat datang, sementara itu juga salah satu dari Kami IMMawati Ida Laela hanya ngomel-ngomel dan tak sabar sebab kesal sekali sama Saudara IMMawan Muh. Ulil Amri yang belum datang juga padahal tiket yang Kami pesan ada padanya dan di antara Kami ada Pak Aziz yang tak lain adalah PDM luwu Utara, boleh di kata sangat disiplin dalam hal waktu dan Ia agak kecewa sebab Pak Aziz khawatir Mobil sudah mau berangkat Saudara IMMawan Ulil belum muncul batang hidungnya. Sekitar satu jam menunggu akhirnya Ia pun datang dengan membawa Tiket,Tas dan Koper. Saya sendiri hanya duduk saja dari tadi karena ku tahu Makassar adalah salah satu kota yang penuh dengan kemacetan yang di ruas-ruas jalan di Makassar. Pak Aziz yang juga Sekretaris Majelis Tabligh PDM Luwu Utara mengatakan kepada Kami bahwa kalau kita mau bepergian jauh maka jauh sebelumnya kita harus lebih cepat dari jadwal pemberangkatan dan seharusnya dari jam lima sudah harus berangkat dari Asrama atau Kost ke Panglan Mobil Alam Indah ini. Disini Kami mendapat sesuatu hal yang sangat berguna bagi Kami akan pentingnya mengatur Manajamen waktu yang juga sering ditekankan Ust. Husni ketika biasa berkumpul dengan teman-teman PUT. Beberapa saat kemudian Mobil yang Kami tumpangi pun berangkat ke Luwu U tara. Di atas Mobil yang full AC memberikan kenyamanan kepada Kami semua penumpang yang ada di atas Mobil tersebut termasuk Kami bertujuh: Pak Aziz, Muh. Ulil Amri, Abdur Rahman,Ismail,Ida Laela,Nurliana dan Saya sendiri(Sandi).
Kami berangkat sekitar pukul 20.07 dari Makassar menuju tempat Kami tugas Muballigh Hijrah, Mobil yang Kami tumpangi singgah di Terminal Regional Daya sehingga semua penumpang tak terkecuali Kami bertujuh pun turun dan memasuki area terminal tempat di mana semua Mobil Bus berkumpul untuk memberangkatkan semua penumpang yang akan berangkar ke tempat tujuannya masing-masing. Tak lama kemudian, Kami kembali naik ke Mobil Alam Indah untuk menuju ke tempat tujuan Kami Luwu Utara. Di tengah perjalanan menuju Luwu Utara, di atas Mobil Kak Rahman mungkin karena kecapekan menunggu kedatangan Kak Ulil sebelum berangkat Ia cepat sekali tidur sementara Saya, Kak Ulil dan Pak Aziz berbincang-bincang mengenai soal makanan sebab Saya sendiri belum makan hingga berangkat karena tadi siang ada acaranya Muballigh Hijrah yakni bakar-bakar Ikan di Kebun Rusunawa C setelah Kami semua dari Pangkep dalam rangka Pelatihan Workshop MPM(Majelis Pemberdayaan Masyarakat) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan. Di atas Mobil Kami hanya makan makanan ringan yang di bawah oleh Kak Ulil untuk menjanggal perut Kami karena dari  Maghrib  tadi Kami semua belum makan. Lalu Pak Aziz langsung bertanya kepada Kami apakah Mobilnya akan singgah di Warung Makan atau tidak, dan ternyata Mobil yang Kami tumpangi ini tidak singgah di Warung-Warung Makan menurut informasi dari Kornet Mobil Alam Indah tersebut.
Ketika Kami semua berada di Kabupaten Sidrap Saudara Kak IMMawan Ulil  muntah-muntah di atas Mobil sebab katanya belum makan dan buru-buru sehingga tidak sempat makan malam sebelum berangkat begitupun ketika Kami semua sudah berada di Kota Palopo Saudara Kak IMMawan  Ulil muntah-muntah yang kedua kalinya.
Sekitar 12 Jam perjalanan akhirnya Kami semua sampai di tempat tujuan Muballigh Hijrah setelah melalui perjalanan panjang yang sangat melelahkan. Kami tiba di Masamba pada pukul 07.23 tepat di depan MTs Muhammadiyah Masamba Kami berjalan memasuki MTs tersebut dan langsung menuju Sekretariat PDM Luwu Utara dan beristirahat Karena Kami talah melakukan perjalanan panjang yang membuat Kami seperti tertimpa gempa bumi dan ternyata Saudara IMMawan muntah-muntah lagi.Untungnya Saya tidak muntah-muntah hingga sampai di tempat tujuan sebab saya hanya berdzikir itulah kunci setiap kali Saya melakukan perjalanan jauh apabila Saya ingin muntah-muntah di atas Mobil.
Di Sekretariat PDM Luwu Utara Kami beristirahat ada yang baring-baring untuk melepaskan capeknya dan ada juga yang Cuma duduk sambil menikmati tv yang di depannya untuk menonton film atau yang lainnya sembari makan makanan ringan yang Kami bawa. Tak lama kemudian Pak Aziz datang dengan membawa Nasi Kuning untuk Kami makan sebanyak tujuh bungkus dan Kami langsung berembutan mengambil Nasi Kuning tersebut sebab Kami sudah lapar sekali semalaman tidak makan nasi. Selesai makan Nasi Kuning, Saya langsung bergegas ke WC untuk mandi di WC MTs Muhammadiyah Masamba, segarnya selesai mandi gumanku daslam hati, dan teman-teman Kami juga yang mandi dengan bergantian mandi sebab WC-nya cuma satu. Beberapa saat kemudian Ketua PDM Luwu Utara yang tak lain adalah Bapak Burhan Kadir dan para PCM-nyadatang untuk melakukan rapat di ruang kelas dalam rangka pembagian tugas dan mengatur di mana Kami akan di tempatkan.
Dalam rapat tersebut Bapak Burhan Kadir membuka rapat dan memperkenalkan dirinya dan para anggota PCM-nya usai memperkenalkan kepada Kami semua tiba giliran Kami memperkenalkan diri. Pada perkenalan Kami ini di mulai dari saya dengan memperkenalkan nama,asal daerah,Fakultas dan jurusan akademik,nama orang tua dan pekerjaannya,jumlah saudara, dan yang lainnya. Usai giliran Saya di susul teman Muballigh Hijrah lainnya, dan menanyakan kepada Kami berapa lama Kami di sini selama Bulan Ramadhan. Saya sendiri akan tinggal selama Satu Bulan penuh di Ramadhan kali ini yang juga pesan dari Ust. Husni akan tinggal Khutbah Idul Fitri,sementara yang lainnya ada yang tidak tinggal sebulan penuh seperti Kak Rahman,Kak Ulil dan saudara Ismail serta Ida Laela dan Nurliana akan tinggal sebulan penuh.
Pada saat pembagian tugas untuk di tempatkan di PCM mana ,Saya dan Kak Ulil akan di tempatkan di PCM Masamba sendiri Kak Rahman dan Saudara Ismail di PCM Malangke serta Ida Laela dan Nurliana di PCM  Sabbang. Namun ternyata Kedua Saudari Kami yang di tugaskan di PCM Sabbang tidak jadi karena selama berlangsungnya rapat dari PCM Sabbang tidak ada dan kebetulan juga jauh sehingga untuk sementara di tempatkan di PCM Masamba bersama Kami. Setelah rapat Kami berempat anggota Muballigh Hijrah di antaranya Muh. Ulil Amri, Ida Laela, Nurliana dan Saya sendiri(Sandi Ibnu Syam). Bergegas menuju ke rumah Ust. Rusman yang ada di Desa Kamiri Kami menaiki Mobil  Ketua PDM Luwu Utara. Hanya beberapa menit Kamipun sampai di rumah Ust. Rusman Saya dan Kak Ulil akan menginap di rumah Ust. Rusman dan kedua teman Kami akan menginap di rumah Saudara Ust. Rusman.

Malam Pertama Ramadhan
 Walau sudah dua tahun tidak bersama Orang Tua menyambut Bulan suci Ramadhan, Saya berharap Orang Tua Saya terutama Ibu Saya dan adik-adik Saya semoga sehat selalu dan panjang umur begitupun dengan adik kecil Saya Erna yang berumur empat tahun lebih yang kurang mendapat kasih sayang dari seorang ayah sehingga ketika Saya pulang dari Makassar ke Jeneponto yang dengan penuh kasih sayang Saya sangat menyayangi adik Saya yang satu ini serta Ia juga mencurahkan dan melampiaskan kepada Saya Sebab Ia kurang mendapat kasih sayang bahkan tidak pernah Ia dapati Bapak Saya sebab Bapak Saya mempunyai dua istri dan telah meninggalkan Kami kurang lebih lima belas tahun lamanya. Saya sebagai anak sulungnya hanya bias berusaha yang lebih baik agar nantinya Saya tidak seperti Bapak Saya yang meninggalkan Kami serta tidak bertanggung jawab atas apa yang telah di lakukannya selama ini.
Sebelum Saya berangkat dari Makassar ke Luwu Utara ini sempat memberitahu sepupu Saya lewat facebook agar ia beritahu Ibu Saya bahwa Saya ke Luwu Utara dalam rangka Muballigh Hijrah yang di programkan oleh Universitas Muhammadiyah Makassar setipa tahunnya dan Saya juga tidak memberitahu adik Saya sebab Hp Saya di curi di Asrama Saya di Rusunawa C sebelum acara Pelatihan Dai Indonesia Timur di mulai yang di hadiri oleh UMPAR(Universitas Muhammadiyah Pare-Pare,STKIP Sidrap dan STKIP Enrekang.
Malam pertama Ramadhan pun tiba, Kami menyambutnya dengan sangat gembira dan senang sebab Allah masih mempertemuka Bulan Ramadhan ini dan umur yang panjang untuk bertemu dengan tamu yang sangat istimewa ini yang di dambakan bagi setiap Muslim yang beriman kepada Allah. Ramadhan kali ini saya berada di Luwu Utara dan insyaallah Saya akan mengusahakan sampai hari raya Idul Fitri datang dan akan berlebaran di sini bersama dengan orang-orang seiman dan seaqidah Saya selaama berada di Luwu Utara ini. Kami kemudian shalat Maghrib di Masjid Nurul Iman Baloli bersama para jamaah yang ada di Desa Baloli-Kamiri ini dan inilah pengalaman pertama Kami selama berada di sini antara Masjid dan rumah Ust. Rusman tidak terlalu berjauhan hanya sekitar seratus meter lebih usai itu Kami semua shalat sunnah dan mengaji dari Alqur’an itu sendiri sekaligus sebagai muraaja’ah bagi Saya agar ayat yang sudah Saya hapal tidak hilang begitu saja sebab hapalan tanpa sering di ulangi di baca itu akan hilang karena tidak seringnya di baca.
Saya kemudian kembali ke rumah Ust. Rusman namun sebelum ke Ust. Rusman Saya singgah di rumah Saudarinya yakni Kak Salmah seorang Guru di SD NO.089 Masamba. Hanya beberapa menit saja Saya dan Kak Ulil bergegas ke rumah Ust. Rusman setelah ada panggilan dari Ust Rusman sendiri untuk makan malam bersama dengan beliau, sebab Kami akan ke Masjid Mutmainnah Masamba yang Saya juga kurang tahu di tempatnya namun informasi yang Kami dapatkan tempatnya berada di Kota Kecamatan Masamba. Usai makan malam dan beristirahat sejenak kemudian langsung bergegas ke Masjid yang dimaksud. Dalam perjalanan menuju ke Masjid Saya bingung karena jalanan yang Kami lalui seakan berputar-putar ke tempat semula. Kami kesana masing-masing berboncengan Ust. Rusman bersama Kak Ulil dan Saya bersama dengan Thison alias Ardianto. Sesampainya di sana Adzan Isya sudah berkumandan oleh Tukang Muadzin yang di Masjid Mutmainnah Masamba, Masjid ini agak jauh juga dari rumah Ust. Rusman ada sekitar 1,5 KM. Saya dan Thison(Kemenakan Ust. Rusman siswa Pesantren Darul Arqam Balebo) kemudian bergegas mengambil air wudhu dan shalat sunnah dua rakaat,selesai shalat sunnah Iqaamat pun terdengar dari Masjid ini oleh salah seorang Muadzin di Masjid Mutmainnah Masamba ini dan Kami semua di imani oleh Kak Ulil.
Usai shalat Isya dan shalat sunnah salah seorang pengurus Masjid yang tak lain juga pengurus PCM Masamba naik di Mimbar untuk bertindak sebagai MC dan mempersilahkan Pak Camat Masamba untuk memberikan sambutan, Ia mengatakan bahwa marilah kita senantiasa bersyukur kepada-Nya karena Allahlah yang memberikan nikmat kesehatan di bandingkan dengan orang yang lebih duluan di panggil oleh Allahdan kita harus senantiasa menjaga kerukunan umat beragama dalam menyambut Bulan yang suci ini serta menjaga ketertiban shalat dari bunyi-bunyian Baraccung yang dilakukan di sekitar Masjid kita ini maupun di Masjid yang lainnya demi kenyamanan shalat Isya dan tarwih nantinya, dan Pak Camat juga mengatakan agar Masyaraakat bias ikut berpartisipasi terutama Orang Tua untuk bias menegur anaknya yang sering main-main dengan Baraccungyang mengganggu kenyamanan Masyarakat lainnya yang di sekitar Masjid karena kalau Saya sendiri yang berkeok-keok itu akan sedikit sekali damapknya”,tegasnya.
Tak lama kemudian, Pak Camat mengakhiri sambutannya dan MC naik kembali untuk memberikan pengarahan kepada para jamaah mengenai pelaksanakan shalat Tarawih dan lainnya selang beberapa menit MC langsung menutup acaraTarawih kali ini . Tadinya Saya kira akan ada ceramah tarawih setelah Pak Camat turun akan tetapi tidak ada sehingga Saya Jamaah yang lainnya berdiri untuk melaksanakan shalat Tarawih dan Kami di Imami kembali oleh Kak Ulil dengan  pola shalat Tarawih dua rakaat empat kali salam di tambah Witir tiga rakaat selama kurang lebih lima belas menit dan setelah itu Kami bersalam-salaman sebagai silarrahim dengan pengurus dan Pak Camat serta Ust. Rusman memperkenalkan Kami kepada Pak Camat Masamba tersebut. Di sela perkenalan Kami dan Pak Camat Kami minta pamit untuk kembali ke rumah Ust. Rusman dengan menaiki Motor Yamaha ZR dan Motor Honda Beat warna putih yang Kami pakai tadi Kami lalu bergegas pulang ke rumah Ust. Rusman dengan mengambil rute jalan yang berbeda dari sebelumnya.
Jam sudah menunjukkan pukul 22.30 malam dari Hp yang Saya pinjam untuk sementara dari Nurliana selama bulan Ramadhan ini, kemudian Kami berdua Saya Kak Ulil tidur agar bisa cepat bangun makan sahur.

Selasa, 9 Juli 2013
Hari Pertama Puasa
Sekitar pukul 04.39 Kami berdua di bangunkan oleh Ust. Rusman untuk makan sahur bersama usai bangun Saya bergegas ke Kamar Mandi untuk cuci muka dan buang air kecil(BAK) di WC dekat sumur bor Ust. Rusman yang ada di dalam rumahnya, sehabis cuci muka Sayas kembali lagi ke kamar untuk membangunkan kembali Kak Ulil yang masih mengantuk lalu bangun dan langsung bergegas ke meja makan. Di meja makan sudah tersedia menu sahur di antaranya Nasi,Ikan Nila,Sayur,Air, dan lain-lain. Kami bertiga kemudian makan sahur bersama dengan lahap Saya makan yang ada di dekat Saya berupa Ikan dan Sayur, usai makan sahur bersama Kami bertiga ke ruang tamu untuk menikmati lagi susu dan kue serta pisang goreng yang sudah tersedia. Tak lama kemudian suara lagu mengaji di Masjid pun terdengar oleh Kami dan orang-orang sekitar Masjid, Kami lalu bergegas ganti pakaian untuk menuju ke Masjid shalat subuh berjamaah. Setiba di Masjid Kami melihat sudah banyak yang datang maklum masih hari pertama puasa biasanya di hari pertama begitu banyak jamaah yang ke Masjid shalat subuh berjamaah dan rata-rata orang di sini kebanyakan dari Jamaah Tabligh.Kemudian di kumandankanlah Adzan oleh Muadzin yang di Masjid ini untuk memanggil orang-orang yang ada di rumahnya masing-masing melangkahkan mereka pergi ke Masjid melaksanakan shalat subuh secara berjamaah.
Shalat kemudian di dirikan untuk menghadap sang Khaliq pencipta alam semesta ddan shalata subuh ini dipimpin oleh Imam Masjid walaupun tajwid dan makhujul hurufnya masih perlu diperbaiki maklumlah juga Imam Masjid ini sudah tua jadi bacaannya masih perlu sekali bimbingan belajar tajwid. Kurang lebih 10 menit shalat subuh pun selesai,Kami semua jamaah berdzikir untuk mengingat Allah swt. Serta memohon ampun kepada-Nya dan bersyukur atas karunia yang diberikan kepada kita semua terutama umur panjang sebab Allah masih member kita kesempatan untuk bertemu dengan Bulan Ramadhan yang penuh berkah,rahmat dan ampunan-Nya.
Pagi jam 07. Kami dari Muballigh Hijrah pergi ke Sungai yang di dekat Masjid untuk mencuci pakaian sebab masih ada pakaian Kami yang belum sempat Kami cuci sewaktu masih di Makassar sebelum berangkat kesini. Saya dan Kak Ulil membawa Baskom berwarna Hitam berisi pakaian Kami yang dicuci. Sesampai di sungai Saya begitu takjub sekali dan hanya bisa mengucapkan Subhanallah bertasbih kepada-Nya, air sungai yang di Desa ini sangat jernih dan mengalir dengan tenang dan melihat di sekeliling sungai begitu indah sungguh Maha Agung Allah yang telah menciptakan yang sangat luar biasa ini.
 Ida dan Ana membasahi semua pakaian kotor sementara Saya ikut juga membantu mereka berdua sekedar meringankan beban mereka berdua sebab pakaian yang Kami cuci cukup banyak. Di sekitar sungai ternyata banyak juga yang mencuci mulai dari anak-anak,remaja,dan orang tua bahakan mereka tak malu memperlihatkan aurat mereka kepada Kami sebab mereka belum terlalu tahu akan hal jilbab terutama dari remaja perempuan dan Ibu-Ibu yang sedang mencuci pakaian. Di sela-sela mencuci kami berpose untuk di dokumentasikan pada saat pelaporan hasil Muballgh Hijrah setelah Kami kembali dari Luwu Utara. Tak lama kemudian Kami selesai mencuci dan Kami langsung bergegas ke rumah Ust. Rusman sebab ada agenda ke Pesantren Balebo dan di SD Center 089 Masamba yang di tempati mengajar Ust. Rusman dan Kak Salmah.
Pada pukul 08.24 Saya dan Ust. Rusman menuju pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Balebo, dalam perjalanan menuju Pesantren jalanan di kelilingi banyak pepohonan terutama pohon durian yang sedang bukan pada musimnya dan pohon rambutan dan langsak namun sayangnya tidak berbuah lagi sebab beberapa bula yang lalu sudah habis buahnya di makan dan di juan ke berbagai daerah. Hanya beberapa menit saja Kami berdua sampai di Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Balebo inilah Pesantren yang pernah di tempati oleh salah satu teman Kami yakni Ridwan Amin. Saya melihat pesantrennya masih banyak yang terdiri dari dinding terbuat dari kayu yang di jadikan papan untuk menutup ruangan Pesantren ini terutama dari Asrama Santri-Santri yang sekolah di Pesantren ini. Saya juga melihat ruangan yang tidak terpakai lagi akibat papan atau dindingnya di makan oleh Rayap sehingga ruangan tersebut hanya berfungsi sebagai jemuran pakaian Santri-Santri yang tinggal asrama. Namun ada hal yang berbeda di Pesantren ini, tanahnya luas dan masih banyak lahan yang kosong yang cocok sekali dalam bidang Pertanian dan Perikanan serta dapat menambah gedung baru.
Selang beberapa 10 menit kurang lebih disana untuk melihat kondisi Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Balebo ini, Kami kemudian menuju ke SDN No.089 Masamba. Sekitar pukul 10.49 Kami berdua sampai di SDN NO.089 Masamba, untuk menghadiri pembukaan Pesantren Ramadhan yang diadakan oleh sekolah tersebut, sesampainya Kami berdua teman Saya yang lainnya sudah ada disini dan juga Kak Salmah sebab mereka lebih duluan kesini di antaranya Kak Ulil,Ida Laela dan Nurliana yang sementara mengikuti pembukaan Pesantren Ramadhan bersama Guru-Guru serta Siswa-Siswi yang ada di Sekolah tersebut. Usai pembukaan Kami kemudian di beri amanh untuk membimbing Siswa-Siswi dalam rangka untuk memberikan mereka sedikit ilmu yang Kami miliki terutama seputar Bulan Suci Ramadhan baik dari segi pengertian,Hikmah dan ayat yang berkenaan dengan Bulan Ramadhan serta motivasi untuk belajar Al-Qur’an sebab Guru-Guru yang ada di SD  NO.089 Masamba akan melakukan rapat. Dalam proses membimbing Siswa-Siswi yang di Bagi menjadi empat ruangan masing-masing Kami mendapat satu ruangan dan saling bergantian memasuki ruangan yang ada di Sekolah ini Kami merasa takjub kepada mereka sebab mereka memiliki kemampuan intelektual yang sangat luar biasa dan rata-rata mereka bersaing menjadi yang terbaik apalagi ketika Kami menuruh mereka untuk menghapalkan ayat QS.Al-Baqarah:183 dan artinya. Hanya beberapa menit saja mereka sudah hapal lengkap dengan artinya sehingga ada di antara mereka ada yang berkata “Kakak lagi yang mengajar besok”, ini adalah respon yang menurut Kami baik sekali dan Kami juga semakin merasa bersyukur atas semua ini Kami berhasil mengambil hati Siswa-Siswi yang ada di Sekolah ini.
Pada pukul 11.30, Kami selesai membimbing Siswa-Siswi di sekolah ini dan mereka di jemput oleh masing-masing orang tua mereka walau sebenarnya mereka di suruh tinggal oleh Kepala Sekolah namun karena sesuatu hal Siswa-Siswi tidak jadi untuk melaksanakan shalat berjamaah di Masjid Syuhada Masamba sehingga mereka langsung saja pulang ke rumahnya masing-masing. Teman-teman Saya lebih duluan pergi ke Masjid untuk shalat di Masjid sementara Saya dan Ust. Rusman melanjutkan lagi perjalanan ke rumah Bapak Drs. Mustamin Makkasau M.Pd udengan tujuan untuk menandatangani berkas Ust. Rusman yang baru terangkat sebagai PNS. Dalam perjalanan menuju rumah Bapak Drs. Mustamin Makkasau M.Pd Saya melihat pemandangan di sekeliling jalan terutama Bandara Andi Djemma depan        MTs Muhammadiyah Masamba. Kurang lebih 5 menit perjalanan Kami beristirahat di Masjid Kompleks Perumahan Kelapa Gading. Usai beristirahat Kami berdua shalat dhuhur secara berjamaah di Masjid Komplek tersebut dan Kami melanjutkankan perjalanan Kami ke rumah Bapak Drs. Mustamin Makkasau M.Pd dan Kami tiba di rumahnya pada pukul 12.49. Bapak Drs.Mustamin Makkasau adalah mantan Kepala Dinas dan sekarang ia mencalonkan sebagai Caleg no. Urut 2 pada partai PAN. Setelah urusan Ust. Rusman selesai Kami berdua bergegas untuk pulang kembali ke rumah Ust. Rusman dengan mengambil rute jalan yang berbeda. Dalam perjalanan Saya melihat patung yang menggenggam buah Kakao yang bertuliskan “KAKAO TERBAIK NASIONAL.” Ini menandakan bahwa Kakao yang ada di Luwu Utara ini adalah satu-satunya Kabupaten yang mendapat predikat ini sebagai Kabupaten penghasil Kakao yang bermutu tinggi sehingga mendapat penghargaan dari Pemerintah Republik Indonesia.
Ketika Adzan Maghrib tiba Saya agak terlambat ke Masjid sementara Kak Ulil,Tishon dan Ust. Rusman lebih duluan ke Masjid. Setiba di Masjid Saya langsung di persilahkan oleh salah seorang Bapak untuk masuk Masjid agar bisa berbuka puasa bersama beliau dan orang-orang yang di Masjid tersebut. “ Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh” tanda mengakhiri shalat Maghrib oleh Imam menoleh ke kana dan ke kiri dan Kami semua berdzikir untuk mengingat Allah serta berdo’a kepada-Nya sesuai kebutuhan masing-masing. Kemudian Kami shalat sunnah dua rakaat usai itu Kami ke rumahnya lagi Ust. Rusman untuk beristirahat sejenak dan makan malam dengan Kapurung yang sudah tersdia di meja makan.
“Brum.....Brum....Brum....” tanda suara Motor Tishon  untuk mengantar Saya ke Masjid Mutmainnah Masamba unuk memberikan sedikit pencerahan kepada Jamaah yang di Masjid tersebut. Sekitar lima menit Kami berdua sampai di Masjid Mutmainnah Masamba dan Kami langsung ke tempat wudhu mengambil air wudhu bersama para jamaah yang lain dan Saya bergegas masuk Masjid untuk melaksanakan shalat sunnah dua rakaat, usai itu Kami semua shalat Isya secara berjamaah. Imam Masjid lalu mengakhiri dengan salam menoleh ke kanan dan kiri. Kami semua berdzikir dan berdoa masing-masing sesuai kebutuhan. Tak lama kemudian Pengurus Masjid mendekati Saya dan menanyakan kepada  mengenai nama dan Kampus Saya.Hati Saya seakan berdebardebar,denyut jantungku  terus berus berdenyut seakan  mau copot serta Saya gemetar sebelum naik Mimbar, Saya hanya bisa berdoa agar di mudahkan segala urusan baik ketika berbicara maupun dari tingkah laku yang jelek. Ketika Mimbar berada di Mimbar Ia menyebut nama Saya dengan “Sandi Ibnu Khaldun”. Padahal nama belakang bukan “Ibnu Khaldun’ akan tetapi  “Ibnu Syam” Saya kemudian beranjak dari tempat duduk Saya untuk memberikan sedikit pencerahan kepada para jamaah dan lebih banyak mengajak untuk berbuat kebajikan terutama di Bulan suci Ramadhan ini. Dan Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar sesuai harapan Saya dan Saya tidak seperti sebelumnya bergetar dan hati yang berdebar-debar. Saya membawakan ceramah kurang lebih lima menit sesuai permintaan Pengurus Masjid yang ada di sana.
Usai ceramah anak-anak berlomba mendatangi Saya untuk mengambil tanda tangan Saya dengan merperlihatkan Buku Amaliyah Ramadhannya masing-masing dan di antara anak-anak itu berkata “Kak tanda tangannya dulu dan judul ceramahnya”. Saya lalu menandatangani Buku Amaliyah Ramadhan mereka, namun lucunya mereka menulis nama Saya