Kata Mutiara

Tidak akan kembali hari-hari yang telah berlalu

Selasa, 09 Juni 2015

BINGKISAN UNTUK PEMUDA ISLAM



BINGKISAN UNTUK PEMUDA ISLAM

Menjadi pejuang Islam? Hiii takuuut! Lho, kenapa musti takut? Hmm.. rupanya ada bisik-bisik tetangga nih. Maklum, di jaman sekarang ini, jadi aktivis itu katanya bikin hidup kagak lebih hidup. Abisnya, masyarakat suka mencontohkan hal-hal serem berkaitan dengan hal itu. Celakanya, itu menurut penilaiannya yang emang nggak objektif. Misalnya, ada yang bilang kalo jadi aktivis itu risikonya berat. Lihat aja orang-orang yang melakukan demonstrasi, mereka dikejar, ditangkapi, dijebloskan ke bui, bahkan nggak sedikit yang kemudian dikasih "kopi pahit", alias dipateni. Wah syerem juga ya? Tapi anehnya meskipun udah tahu risikonya, kok masih banyak yang mau melakukannya

Sobat muda muslim, hidup ini adalah perjuangan. Dan yang namanya perjuangan, selalu punya risiko. Itu sudah pasti. Uniknya, rata-rata risikonya udah ketahuan, alias bisa kita perhitungkan. Ya, ibarat tukang dagang, sebetulnya doi udah tahu ada risikonya, yakni rugi. Kerugian tersebut bisa aja berasal dari barang dagangannya yang emang nggak laku dijual, alias masyarakat nggak minat beli barang dagangannya. Bisa juga faktor lain, misalnya, ada penertiban dari aparat tibum. Baru aja nongkrong, eh barangnya udah diangkut truk aparat tibum karena berjualan di jalur terlarang. Itu risiko. Tapi apakah itu kemudian membuat mereka males jualan? Rasanya, kalo kamu lihat dengan bijak, mereka tetap punya semangat untuk berdagang. Alasan mereka, inilah perjuangan hidup.

Setiap orang, siapapun ia dan apapun jenis pekerjaannya selalu punya risiko. Pak sopir yang sehari-hari hidup di jalanan, risikonya udah ketahuan kan? Bisa aja terjadi kecelakaan atau sebangsanya. Jadi tentara? Juga udah jelas risikonya. Dikirim ke daerah konflik seperti di Ambon atau NAD (Nangroe Aceh Darussalam), pilihannya cuma dua, selamat atau mati di medan tempur. Termasuk mereka yang bekerja di belakang meja sekalipun, ada risikonya. Hidup memang penuh risiko. Jadi kenapa musti takut?

Sobat muda muslim, kita memaparkan contoh-contoh tadi dengan harapan kamu juga bisa bersikap lebih dewasa dan bijak. Sekali lagi, hidup ini penuh risiko. Tinggal bagaimana kita bisa menjadikan hidup ini enjoy untuk dinikmati. Sobat, yang terpenting dari semua itu, kita kudu punya tujuan dalam hidup ini. Tanpa tujuan, rasanya hidup ini garing bin bete banget. Tom Bodett punya pepatah begini: "Mereka berkata bahwa setiap orang membutuhkan tiga hal yang akan membuat mereka berbahagia di dunia ini, yaitu; seseorang untuk dicintai, sesuatu untuk dilakukan, dan sesuatu untuk diharapkan."

Rasanya nggak salah-salah amat Tom Bodett menuliskan kata-kata mutiaranya begitu. Sebab, kita di dunia membutuhkan kejelasan arah. Apalagi kita sebagai seorang muslim, harus sudah tahu apa yang kudu dilakukan, yakni berjuang untuk Islam, dan sudah ngeh dengan apa yang diharapkan, yakni terwujudnya kembali kehidupan Islam di dunia ini.

Sobat pembaca, inilah cita-cita tertinggi kita sebagai pemuda pejuang Islam. Berjuang, berjuang, dan berjuang untuk Islam. Bukan untuk yang lain. Kita harusnya malu dengan saudara kita di Palestina, mereka punya semangat yang pantang menyerah dan tahu betul makna hidup. Mereka bilang, berperang melawan tentara Yahudi, atau diam di rumah, kematian pasti akan datang menjemput. Yup, persoalan yang terpenting adalah bagaimana cara mati kita? Apakah sedang dalam berjuang untuk Islam, atau malah sedang maksiat? Itu yang kudu jadi perhatian kita..
Menanamkan keberanian

Setelah punya tujuan dan cita-cita dalam hidup ini, satu hal yang wajib dimiliki oleh kaum muslimin, khususnya pemuda, adalah keberanian untuk menjadi pejuang dan pembela Islam. Tanpa keberanian, rasanya semangat itu hanya berkecamuk saja dalam dada. Nggak terwujud dalam perilaku keseharian.

Kamu pernah menyaksikan aksi heroik Letnan Chris Burnett yang diperankan Owen Wilson dalam film perang berjudul Behind Enemy Lines? Di situ, kita bisa ambil semacam hikmah. Bahwa keberanian dan kecerdasan sangat diperlukan dalam kondisi kritis seperti itu. Chris Burnett, sebagai pilot jempolan yang lihai menerbangkan jet tempur F/A-18 Superhornet harus menerima kenyataan pahit ketika pesawatnya dihantam rudal musuh saat akan melakukan investigasi tentang kekejaman Serbia di Bosnia. Beruntung Owen Wilson, eh, Chris Burnett bisa menyelamatkan diri dengan kursi pelontar. Tapi celakanya, doi terperangkap di belakang garis musuh. Inilah cerita yang amat mendebarkan tentang sisi lain dari perang Bosnia.

Apa yang dilakukan Burnett? Sembari menunggu datang pertolongan, ia berusaha untuk melepaskan diri dari kejaran tentara Serbia yang kejam. Rasanya, tanpa keberanian, meskipun ini hanya sekadar dalam film, Burnett sudah nyerah duluan, apalagi temannya ditembak mati di depan mata kepalanya sendiri. Tapi keberanian ternyata tetap bersemayam dalam dadanya.
Nah, kita, sebagai seorang muslim jangan pernah merasa takut, kecuali hanya kepada Allah. Kita jangan kalah semangat dengan salah seorang prajurit perang salib yang berkata lantang kepada ibunya ketika ia hendak menghancurkan Islam. "Ibu…tenangkan hatimu, berbahagialah, anakmu pergi ke Tripoli siap mengalirkan darah demi melumatkan bangsa yang terkutuk. Dengan segala kekuatan yang aku miliki akan aku lenyapkan Islam. Akan aku bakar al-Quran" (al-Qoumiyyah wal Ghozwul Fikriy, hlm. 208)

Bayangkan, prajurit Perang Salib saja yang jelas-jelas di jalur yang salah punya keberanian seperti itu. Kita, pemuda Islam harus bisa lebih dari keberanian orang-orang kafir. Sebab kita di jalur yang benar dalam pandangan Allah Swt.

Sobat muda muslim, para sahabat yang mulia adalah sosok yang layak untuk dijadikan teladan bagi kita dalam mencontoh keberaniannya.

Ada satu peristiwa yang sangat menarik untuk direnungkan para pemuda jaman kiwari. Peristiwa ini selengkapnya diceritakan oleh Abdurrahman bin 'Auf: "Selagi aku berdiri di dalam barisan pada Perang Badar, aku melihat ke kanan dan kiriku, saat itu tampaklah olehku dua orang Anshar yang masih muda belia. Aku berharap semoga aku lebih kuat dari padanya. Tiba-tiba salah seorang di antara mereka menekanku seraya berkata: 'Hai Paman, apakah engkau mengenal Abu Jahal?' Aku jawab: 'Ya, apakah keperluanmu padanya, hai anak saudaraku?' Dia menjawab: 'Ada seorang yang memberitahuku bahwa Abu Jahal ini sering mencela Rasulullah saw. Demi (Allah) yang jiwaku ada di tangan-Nya, jika aku menjumpainya tentulah tak akan kulepaskan dia sampai siapa yang terlebih dulu mati, antara aku atau dia!' Berkata Abdurrahman bin 'Auf: 'Aku merasa heran ketika mendengar ucapan anak muda itu'. Kemudian anak yang satunya pun menekanku dan berkata seperti temannya tadi. Tidak lama berselang, aku pun melihat Abu Jahal sedang mondar-mandir di dalam barisannya, segera aku katakan (kepada kedua anak muda itu): 'Itulah orang yang sedang kalian cari!' Keduanya langsung menyerang Abu Jahal, menikamnya dengan pedang sampai tewas. Setelah itu mereka menghampiri Rasulullah saw. (dengan rasa bangga) untuk melaporkan kejadian itu. Rasulullah saw. berkata: 'Siapa di antara kalian yang menewaskannya?' Masing-masing menjawab: 'Sayalah yang membunuhnya'. Lalu Rasulullah bertanya lagi: 'Apakah kalian sudah membersihkan mata pedang kalian?' 'Belum' jawab mereka serentak. Rasulullah pun kemudian melihat pedang mereka, seraya bersabda: 'Kamu berdua telah membunuhnya. Akan tetapi segala pakaian dan senjata yang dipakai Abu Jahal (boleh) dimiliki Muadz bin al-Jamuh." (Berkata perawi hadis ini): Kedua pemuda itu adalah Mu'adz bin "Afra" dan Muadz bin Amru bin al-Jamuh (Musnad Imam Ahmad I/193. Shahih Bukhari hadis nomor 3141 dan Shahih Muslim hadis nomor 1752).

Sobat muda muslim, pemuda seperti inilah yang bakal menjadi pembela dan pejuang Islam yang tangguh. Selain semangat, tentunya wajib memiliki keberanian.
Rela berkorban

Yup, perjuangan, selain butuh keberanian, juga kudu rela berkorban. Apapun jenis pengorbanan yang kudu kita berikan untuk tegaknya Islam di muka bumi ini. Bisa berupa waktu kita, harta kita, tenaga kita, bahkan nyawa kita. Semuanya harus rela kita korbankan. Sebab, kita yakin hal itu bukanlah kesia-siaan. Firman Allah Swt.:"Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersama beliau, mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan merekalah orang-orang yang memperoleh berbagai kebaikan dan merekalah orang-orang yang beruntung." (QS at-Taubah [9]: 88)

Sobat muda muslim, benar bahwa kita harus menjadi pemuda pejuang Islam. Untuk itu kita harus punya keberanian dan rela berkorban. Supaya perjuangan ini lebih punya makna. Rasanya memang janggal ya, kalo kita berjuang, terus pengen berhasil, tapi sedikitpun nggak berani dan nggak rela untuk berkorban. Itu mah sama aja dengan boong, ya nggak?

Aneh banget kan, kalo ada orang yang ingin menang dan sukses, tapi dirinya nggak berani menghadapi rintangan dan ogah berkorban. Rasanya emang nggak ada dalam kehidupan nyata. Jadi, jangan ngimpi!


Nah, apalagi dalam urusan hidup dan mati untuk tegaknya Islam ini, jelas diperlukan keberanian dan sikap rela berkorban yang tinggi. Masak kita kalah sama mereka yang cuma berjuang untuk yang sebetulnya nggak perlu bagi sebuah kemajuan bangsa. Kita, insya Allah akan menjadi pembela dan pejuang Islam, yang akan menentukan masa depan Islam. Rasanya, pantas bila memiliki sikap rela berkorban yang tinggi. Untuk mengalahkan segala hambatan. Firman Allah Swt.:"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu". (QS. Fushilat [41]: 30)

Berilmu, bertakwa, dan optimis

Imam asy-Syafii mengatakan bahwa: "Sesungguhnya kehidupan pemuda itu, demi Allah hanya dengan ilmu dan takwa (memiliki ilmu dan bertakwa), karena apabila yang dua hal itu tidak ada, tidak dianggap hadir (dalam kehidupan)." Sabda Rasulullah saw: "Apabila Allah menginginkan kebaikan bagi seseorang maka dia diberi pendalaman dalam ilmu agama. Sesungguhnya memperoleh ilmu hanya dengan belajar." (HR. Bukhari).

Sobat muda muslim, untuk menjadi pemuda pejuang Islam, kamu kudu menyiapkan mental dan juga ilmu. Keberanian dan rela berkorban kudu ditunjang dengan ilmu dan ketakwaan. Dan terakhir, rasa optimis perlu juga dimiliki. David J. Schwartz, menyebutkan bahwa ujian bagi seseorang yang sukses bukanlah pada kemampuannya untuk mencegah munculnya masalah, tetapi pada waktu menghadapi dan menyelesaikan setiap kesulitan saat masalah itu terjadi. Jadi optimis. Bener juga ya?

Oke deh, mulai sekarang kita kaji Islam. Pahami dan amalkan dalam kehidupan kita. Jadi, jangan malas ngaji lagi ya?

Alasan Tak Mau Berjilbab



Alasan Tak Mau Berjilbab

Setan bisa masuk kepada manusia melalui dua pintu utama, yaitu syubhat dan syahwat. Syubhat merupakan kerancuan/kekaburan berfikir atau keragu-raguan sedangkan syahwat yaitu dorongan hawa nafsu yang cenderung mengajak kemaksiatan. Seseorang tidak melakukan sesuatu tindak maksiat kecuali dari dua pintu tersebut. Dua perkara itu merupakan penghalang sehingga seorang muslim tidak mendapatkan keridhaan Allah, masuk surga dan jauh dari neraka. Salah satu bagian dari agama ini yang telah terasuki bahaya syubhat dan syahwat antara lain alasan para wanita muslimah tidak memakai jilbab.

Permasalahan jilbab terus menjadi pembicaraan hangat. Walaupun secara statistik jumlah wanita muslimah yang berjilbab terus bertambah namun masih banyak (sebagian besar) kita jumpai wanita muslimah yang masih tidak berjilbab atau kalaupun berjilbab masih jauh dari tuntunan syar'i. Beragam alasan syubhat dan syahwat terus dikembangkan oleh musuh-musuh islam agar wanita muslimah tidak memakai hijab (jilbab syar'i) bahkan lebih suka tanpa memakai jilbab. Dan hal ini banyak ditiru dan dikembangkan oleh kaum muslimin sendiri sehingga banyak sekali wanita muslimah yang tertipu dan akhirnya jauh dari tuntunan syar'i.

Berikut kita uraikan salah satu syubhat dan syahwat yang dijadikan alasan bagi muslimah untuk menolak hijab dan beberapa bantahan yang dikemukakan oleh beliau syaikh Abdul Hamid al-Hilali dalam bukunya Saudarikau Apa yang Menghalangimu untuk Berhijab tentang masalah ini.

MENAHAN GEJOLAK SEKSUAL

Syubhat ini menyatakan, gejolak nafsu seksual pada manusia adalah sangat besar, dan membahayakan. Ironinya ketika bahaya itu timbul ketika nafsu itu ditahan dan dibelenggu. Jika terus menerus ditekan, ia bisa mengakibatkan ledakan dahsyat.

Hijab wanita akan menyembunyikan kecantikannya, sehingga para pemuda tetap dalam gejolak nafsu, seksual yang ditahan, dan hampir meledak, bahkan kadang tak tertahankan sehingga ia melampiaskan dalam bentuk tindak perkosaan atau pelecehan seksual lainnya.

Sebagai pemecahan masalah tersebut, satu-satunya cara adalah membebaskan wanita dari mengenakan hijab, agar para pemuda mendapatkan sedikit nafas bagi pelampiasan nafsu mereka yang senantiasa bergolak di dalam.

Dengan demikian, hasrat mereka sedikit bisa terpenuhi. Suasana itu lalu akan mengurangi bahaya ledakan gejolak nafsu yang sebelumnya tertahan dan tertekan.

1. Bantahan
Sepintas, syubhat di atas secara lahiriah nampak logis dan argumentatif. Kelihatannya, sejak awal, pihak yang melemparkan jalan pemecahan tersebut ingin mencari kemaslahatan bagi masyarakat dan menghindari mereka dari kehancuran. Padahal keyataannya, mereka justru menyebabkan bahaya yang jauh lebih besar bagi masyarakat, yaitu menyebabkan tercerai-berainya masyarakat, kehancuarannya, bahkan berputar sampai seratus delapan puluh derajat pada kebinasaan. Seandainya jalan pemecahan yang mereka ajukan itu , benar tentu negara Amerika dan negara-negara Eropa serta negara-negra yang berkiblat kepada mereka akan menjadi negara yang paling kecil kasus perkosaan dan kekerasannya terhadapa kaum wanita di dunia, juga dalam kasus-kasus kejahatan yang lain.

Amerika dan negara-negara Eropa amat memperhatikan masalah ini, dengan alasan kebebasan indivudual. Di sana dengan mudah anda akan mendapatkan majalah porno dijual di sembarang tempat. Bila musim panas tiba, banyak wanita di sana yang membuka pakaiannya dan hanya mengenakan pakaian bikini. Dengan perkataan seperti itu, mereka berjemur di pantai atau di kota-kota pesisir lainnya. Bahkan ada yang bertelanjang dada dan hanya memakai penutup ala kadarnya. Terminal-terminal video rental bertebaran di seluruh pelosok Amerika dengan semboyan “adults only” (khusus untuk orang-orang dewasa). Di terminal-terminal ini anak-anak cepat tumbuh matang, dalam seksual sebelum waktunya. Siapa saja dengan mudah bisa menyewa kaset-kaset video dan memutarnya di rumah atau langsung menontonnya di tempat-tempat penyewaan.

Rumah-rumah bordir bertaburan di mana-mana. Bahkan di sebagaian negara, memajang para wanita tuna susila (pelacur) di etalase sehingga bisa dilihat peminatnya dari luar.

Apa kesudahan dari hidup yang serba boleh itu? Apakah kepuasan mereka terpenuhi, sebagaimana yang ramai mereka bicarakan ? apakan para wanita terpelihara dari bahaya besar ini?

2. Data statistik Amerika
Amerika - yang berarti data statistiknya bisa dipertanggungjawakan karena ia dikeluarkan oleh pihak pemerintah, tidak oleh peguyuban sensus - di halaman 6 dar Dalam sebuah buku berjudul “Crime in U.S.A “ terbitan pemerintah federal di i buku ini tertulis:” Setiap kasus perkosaan yang ada, selalu dilakukan dengan kekerasan dan itu terjadi di Amerika setiap 6 menit sekali.” data ini adalah yang terjadi pada tahun 1998, yang dimaksud dengan kekerasan di sini adalah dengan menggunakan senjata tajam.

3. Tafsir empiris ayat al-quran
Data statistik ini juga data-data statistik lainnya yang dinukil dari sumber berita yang dapat dipertanggungjawabkan menunjukkan semakin melonjaknya tingkat pelecehan seksual di negra-negara tersebut. Tidak lain kenyataan ini merupakan penafsiran empiris (secara nyata dan dalam praktek kehidupan sehari-hari) dari firman Allah: ”Hai nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min,” hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu …”(Al-ahzab:59)

Sebab turunnya ayat ini sebagaimana yang disebutkan oleh imam Qurthubi dalam tafsirnya -- karena para wanita biasa melakukan buang air besar di padang terbuka sebelum dikenalnya kakus (tempat buang air khusus dan tertutup). Diantara mereka itu dapat dibedakan antara budak dan wanita merdeka. Perbedaan itu bisa dikenali yakni dengan yakni kalau wanita merdeka mereka menggunakan hijab. Dengan begitu, para pemuda enggan menggangunya.

Sebelum turunnya ayat ini wanita-wanita muslimah juga melakukan buang hajat di padang terbuka tersebut. Sebagian orang-orang durjana mengira kalau dia adalah budak ketika diganggu, wanita muslimah itu berteriak sehingga laki-laki itupun kabur. Kemudian mereka mengadukan peristiwa tersebut kepada nabi saw, sehingga turunlah ayat ini.

Hasil ini menegaskan, wanita yang memamerkan auratnya, mempertontonkan kecantikan dan kemolekan tubuhnya kepada setiap orang yang lalu lalang, lebih berpotensi untuk diganggu. Sebab dengan begitu ia telah membangkitkan nafsu seksual yang terpendam.

Adapun wanita yang berhijab, maka ia senantiasa menembunyikan kecantikan dan perhiasannya . Tak ada yang kelihatan darinya kecuali telapak tangan dan wajah menurut suatu pendapat dan pendapat lainnya mengatakan tidak boleh terlihat dari wanita tersebut selain matanya saja.

Syahwat apa saja yang bisa dibangkitkan oleh wanita berhijab itu? Instink seksual apa yang bisa digerakkan oleh seorang wanita yang menutup rapat seluruh tubuhnya itu?

Allah mensyariatkan hijab sebagai benteng bagi wanita dari gangguan orang lain. Sebab Allah swt mengetahui, pamer aurat akan mengakibatkan semakin bertambahnya kasus pelecehan seksual, karena perbuatan terxebut menbangkitkan nafsu seksual yang sebelumnya tenang.

Kepada orang yang masih mempertahankan dan menyakini kebenaran syubhat tersebut kita bisa menelanjangi kesalahan mereka melalui empat hakikat:

Pertama, berbagai data statistik telah mendustakan cara pemecahan yang mereka tawarkan

Kedua, hasrat seksual terdapat pada masing-masing pria dan wanita. Ini merupakan rahasia Ilahi yang dititipkan Allah kepada keduanya untuk hikmah yang sangat banyak, diantaranya demi kelangsungan keturunan. Jika boleh berandai-andai, andai kata hasrat seksual itu tidak ada, apakah keturunan manusia masih bisa dipertahankan? Tak seorang pun memungkiri keberadaan hasrat dan naluri ini. Tetapi dengan tidak mempetimbangkan adanya naluri seksual tersebut tiba-tiba seorang laki-laki diminta berlaku wajar diantara pemandangann yang serba terbuka dan telanjang amat ironi memang.

Ketiga, yang membangkitkan nafsu seksual laki-laki adalah tatkala ia melihat kecantikan wanita, baik wajah atau anggota tubuh lain yang mengundang syahwat. Seseorang tidak mungkin melawan fitrah yang diciptakan Allah,(keciuali mereka yang dirahmari Alllah), sehingga bisa memadamkan gejolak syahwatnya tatkala melihat sesuatu yang membangkitkannya.

Keempat, orang yang mengaku bisa mendiaknosa nafsu seksual yang tertekan dengan mengumbar pandangan mata kepada wanita cantik dan telanjang sehingga nafsunya bisa terpuaskan (dan dengan demikian tidak menjurus kepada perbuatan yang lebih jauh,misalnya pemerkosaan atau pelecehan seksual lainnya).
Maka yang ada hanya dua kemungkinan:
Pertama, orang itu adalah laki-laki yang tidak bisa terbangkitkan nafsu seuksualnya meski oleh godaan syahwat yang bagaimanapun (bentuk dan jenisnya), Ia termasuk kelompok orang yang dikebiri kelaminnya sehingga dengan cara apapun mereka tidak akan merasakan keberadaan nafsunya.

Kedua, laki –laki yang lemah syahwat atau impoten .

Aurat yang dipamerkan itu tidak akan mempengaruhi dirinya.
Apakah orang-orang yang membiarkan subhat tersebut (sehingga dijadikannya jalan pemecahan ) hendak memasukkan kaum laki-laki dari umat kita kedalam salah satu dari dua golongan manusia lemah diatas?

(Abu Abdurrahman dan Thalib)

Na’uzubillahi min dzalik.

Selasa, 02 Juni 2015

PESAN DAN KESAN SANTRIWAN – SANTRIWATI MASJID AL-MUKMININ BILA



PESAN DAN KESAN SANTRIWAN – SANTRIWATI MASJID AL-MUKMININ BILA
Nama : Al-Fitra
Pesan : Pertama,railah baju sarjanamu baru baju pengantinmu. Kedua, raihlah masa depanmu dengan penuh keceriaan dan kebahagiaan. Ketiga, cita-cita adalah sebuah mimpi yang harus diperjuangkan agar bisa tercapai demi masa depan yang penuh warna dan keceriaan bersama...!!! Hormatilah kedua orang tuamu, sayangilah mereka seperti mereka menyayangimu sewaktu kecil dan bahagiakanlah kedua orang tuamu. Kata mutiara untuk kak sandi dalam bahasa Inggris, Love will more lovely when be adurned by the tears antai. A friend in need is a friend in need Cintailah orangtuamu baru pacarmu. Pesan sya yang terakhir adalah kesalahan yang kami lakukan disini jangan dimasukkkan dalam hati. Jika kelakuan kami baik semoga kakak sandi masukkan ke hati kakak sandi. DOA SAYA “Semoga kak sandi aik hati, semoga kak sandi jadi guru yang baik hati, semoga sampai di Makassar nanti kakak sandi selalu sehat dan semoga kakak sandi selalu mencintai anak-anak yang mengaji.” From Fitra.
Kesan : Saya ingin menyampaikan bahwa apa yang telah saya lakukan selama kakak sandi ada disini. Kelakuan yang baik saya lakukan adalah. Pertama, saya sering ketawa atas ketidaksopanan saya, saya ingin minta maaf yang sebesar-besarnya. Kedua, Saya sering tidak mematuhi apa yang kakak sandi perintahkan. Ketiga, Saya ingin minta maaf kalau kami selesai shalat dan teman-teman saya sering bermain. Bila ada yang kekurangan mohon dimaklumi dan bila ada yang bagus saya berterima kasih.

Nama : -
Pesan : Habis sudah air mataku untuk menangisi kepergiaanmu, semoga kakak bisa kembali ke kampung bila. Dan saya berdoa agar kakak sukses... Aamiin...!!!
Kesan : Saya berterima kasih kepada kakak, karena telah mengajari kami baca Al-Qur’an, baca surah-surah pendek, praktek wudhu, dan adzan serta praktek shalat. Tetapi kami juga selalu main, alpa (tidak hadir) dan bandel terutama saya sendiri, tetapi kakak berikan dengan kesabaran. Indah kurasakan saat masih bersamamu kakak dan perih terasa saat berakhir bersamamu. Guruku tersayang tanpamu apa jadinya aku tak bisa baca Al-Qur’an, mengerti banyak hal guruku terima kasih. Inilah pesan dan kesan saya kalau ada yang tidak berkenan di hati kakak mohon dimaafkan. Kalau udach baik saya ucapkan banyak terima kasih. Wa billahi taufik wal hidayah. Assalamu Alaikum wr.wb.
Nama : Girpan
Pesan : Saya pesankan kepada kak sandi banyak-banyaklah belajar dan berdo’a semoga sukses. Semoga cita-cita kakak menjadi sukses.
Kesan : Sakit rasanya perpisahan, membuatku GEGANA (gelisah, galau, dan merana). Engkau mengajari kami mengaji sehingga mengorbankan waktumu sangat banyak bagi kami. Sungguh berterima kasih kepadamu. Aku mohon sekali lagi, terima kasih walaupun kakak marah, kakak tetap sabar. Jika tidak ada kakak apalah jadinya Aku. Terima kasih kak “Sandi Tersayang.” Sekian dan terima kasih. Jika ada perkataan saya yang tidak berkesan di dalam hati kakak mohon dimaklumi. I LOVE YOU perry much. Nice to meet you.

Nama : Wiwinda
Pesan : Raihlah cita-cita kakak setinggi langit, cintailah kedua orangtua kakak seperti bidadari yang engkau cintai dan kami akan menjadi seperti kakak yang hatinya mulia. Kami doakan kakak mudah-mudahan kakak sukses. Aamiin. Jika kakak disana nanti tolong jangan lupakan kami dan kalau kakak kangen dengan kami lihatlah matahari dan awan.
Kesan : Terima kasih kak yang telah mengajari kami mengaji tajwid Al-Qur’an dan praktek wudhu dan shalat dan kami tidak akan melupakan semua yang kakak berikan selama ini. Kakak selalu tersenyum dan tidak pernah marah, jika marah Cuma bercanda serta kakak lebih mudah tersenyum dan tidak seperti kami susah tersenyum. Kami akan menjadi matahari yang menyinari dunia dan kami tidak akan menjadi bulan yang sinari matahari. Selamat tinggal dan selamat jalan dan kami akan menangis melihatmu pergi, berhatilah kakak di jalan, kami akan doakan semoga selamat di jalan. Aamiin. Semua yang kakak berikan selama ini sangat baik, kami akan mengikuti semua yang kakak berikan selama ini seerta kami tidak akan mengulangi kesalahan kami. Tidak akan ribut kalau kakak telah pergi, apa boleh buat tapi kami tidak akan melupakanmu. Kami juga tidak memberikan yang lebih berharga untukkmu lebih pada yang kakak berikan kepada kami selama ini.

Nama : Rahmi Syukur
Pesan : Raihlah cita-cita kakak setinggi langit yang engkau bisa dan jika kakak sukses jangan sombong diri, dan jangan lupa bagi pengetahuannya dengan orang lain, selalulah taat kepada orangtua karena orang tua itu adalah pintu surga untuk anaknya dan saya akan selalu berdoa untuk kakak semoga apa yang dicita-citakan kakak sandi semoga tercapai..aamiin..aamiin...aamiin ya Allah. Inilah pesan saya untuk kakak sandi dan jika ada yang menyinggung perkataan saya ini, saya minta maaf semoga apa yang saya bilang itu benar semua aamiin...aamiin...aamiin ya Allah. Sekian dan terima kasih... 
Kesan : Kakak sandi yang ganteng sebelumnya ssaya ingin meminta maaf kakak karena aku selalu bermain-main, ketawa-tawa, dan jika kakak berbicara kami juga bicara yang lain bersama teman-teman. Semoga kakak sandi memaafkan apa yang saya lakukan selama kakak sandi ada disini..aamiin...aamiin ya Allah. Dan saya juga ingin berterima kasih banyak kepada kakak sandi karena kakak telah mengajari kami Qasidah rebana, mengaji, menghapal surat-surat pendek, menyanyi dan cara membawa ceramah. Kakak sandi saya berterima kasih bangat kepada kakak sandi karea selama saya hidup, saya baru pertama kali menghapal surat-surat pendek sebanyak itu, semoga selama kakak pergi, aku akan terus menghapal surat-surat pendek itu sampai kakak diutus lagi kesini. Dan saya juga berterima kasih bangat kepada kakak sandi karena kakak jauh-jauh datang kesini untuk mengajari kami apa yang kakak lakukan selama ini sama kami, aku tidak akan melupakan jasa kakak sama kami meskipun kakak sandi hanya sebentar disini itupun aku senang dan aku akan menunggu kedatangan kakak lagi. Kakak sandi aku berterima kasih bangat sama kakak sandi karena yang baru pertama kali menyuruh kami Qasidah rebana itupun kami baru pertama kali tampil di depan umum. Seandainya kakak tidak datang kesini saya tidak akan pernah berqasidah di depan umum. Selama saya hidup di dunia ini banyak kenang-kengan yang saya raih bersama seseorang yaitu kakak sandi yang paling ganteng dan tidak ada yang sehebat kakak sandi di dunia ini. Kakak sandi saya selalu menangis kepergian kakak sandi karena banyak sekali kesan yang kita raih bersama-sama. Jangan lupa sampaikan salam untuk orangtua kakak yach. Inilah kesan saya untuk kakak sandi.

Nama : -
Pesan : Semoga kak sandi berjalan dengan baik, mudah-mudahan kak sandi bisa balik lagi kesini supaya ramai-ramai di Masjid Al-Mukminin Bila dengan pesan ini kakak senang membacanya.
Kesan : Kami berterima kasih karena kak sandi telah mengajari kami membaca juz ‘amma, adzan, praktek shalat dan tayammum. Maafkan kesalahan saya dan juga teman-teman saya karena karena selalu ribut. Ilmu yang kak sandi berikan kepada kami mudah-mudahan kami selalu ingat seumur hidup. Kak sandi selama ini berusaha supaya kam selalu ingat apa yang kak sandi berikan kepada sayadan juga teman-teman saya. Demikianlah terima kasih pesan dan kesan saya telah berakhir disini.



Nama : Muh. Ilham
Pesan : Kak sandi berjuanglah dengan baik supaya bisa sukses di kampus kak sandi, dan semoga cita-citanya bisa tercapai dengan baik.
Kesan : Say berterima kasih sekali kepada kak sandi karena kakak tlah mengajari kami mengaji, menghapal surah-surah pendek terutama surah Ar-Rahman, praktek wudhu, praktek tayammun, praktek adzan, dan praktek shalat. Indah kurasakan saat-saat bersama kak sandi karena kakak selama kakak masih di masjid Al-Mukminin Bila ini kakak selalu menjaga kebersihan Masjid ini dan menyapunya kalau kotor. Kak sandi maafkan saya dan teman-teman saya karena selama ini kami selalu ribut kalau kami mengaji. Kakak selalu mendiamkan kami tapi kami selallu ribut. Maafkan juga kesalahan saya karena satu kali tidak hadir (alpa). Kak sandi setiap saya mengingat senyuman kakak saya selalu sedih dan cemas, kak sandi detik-detik perpisahan sudah dekat semoga bisa berjalan lancar. Kak sandi saya berjanji untuk mengingat salah satu pesan kakak yaitu rajinlah pergi ke Masjid untuk melaksanakan shalat berjamaah. Maafkan saya kak karena saya tidak pergunakan waktu dengan baik, bahkan saya jarang mengikuti shalat Dhuhur selama kak sandi masih ada di Masjid Al-Mukminin Bila ini. Inilah pesan dan kesan saya kalau ada kata-kata yang salah yang berkenang di hati kak sandi mohon dimaafkan dan dimaklumi. Terima kasih kak.
Nama : Rahma Syukur
Pesan : Lebih baik kalah dalam soal cinta daripada kalah dalam soal pelajaran. Lebih baik dibenci dengan kejujuran daripada disayangi dengan kebohongan. Berbahagialah dengan orangtuamu sebelum berbahagia dengan kekasihmu. Raihlah cita-citamu setinggi langit.
Kesan : Baru pertama kali kakak sandi datang, kami semua merasa senang karena bisa berteman dengan kakak walaupun kakak belum mengenal kami ketika baru pertama kakak datang. Kak sandi terima kasih telah mengajari kami Qasidah rebana dan menyuruh kami menghapal surah Ar-Rahman dan kami merasa senang. Kakak kami merasa senang karena kakak datang kami bisa berkumpul dengan teman-teman dan ramai mengaji di Masjid serta bisa bangun subuh lebih cepat. Kakak sandi keluargaku menganggap kakak sandi seperti keluarganya dan saya juga menganggap kakak sandi seperti kakak kandung saya. Kak sandi keika makan dan bercerita bersama saya merasa senang. Kakak aku ingin kakak tinggal disini tinggal bersam keluargaku bisa makan dan bercerita bersama tetapi kakak sandi harus pergi. Kami merasa senang jika kakak sandi tinggal disini. Ketika kakak bercanda kami juga ikut bercanda dan bermain bersama dengan kakak kami sangat senang itulah sebabnya kami tidak mau kakak pergi dari sini dan berpisah dengan kakak. Walaupun kadang kami buat kakak marah kami semua minta maaf tapi itu belum cukup buat kakak sandi dan inilah kami ungkapkan untu kakak saja kata dari kami “maaf” karean tidak mendengar nasehat kakak. Kami semua akan mengubah kelakuan kami lebih baik. Tapi kami semua menyayangi kakak sandi. Kak sandi terima kasih telah mengajari kami main Qasidah rebana dan menampilkan kami. Kami baru pertama kali tampil main Qasidah rebana. Kakak terima kasih aras segalanya yang kakak berikan kepada kami semua. Kami ingin kakak datang lagi kesini untuk mengajari kami semua bercanda, bermain, dan bercerita bersama. KAMI SEMUA MENYAYANGI KAKAK SANDI. Kami semua mendoakan kakak. Kami semau tidaj bisa memberikan apa-apa hanyalah selembar kertas yang isinya tulisan. Kak sandi maafkan saya kalau ada tulisan saya kurang baik untuk kakaka sandi. By Rahma Syukur.

Nama : Ratih Anjang
Pesan : Jangan pernah lupakan kami yach kak... saat kakak nanti sampai di tempat tujuan kakak/ tempat tinggal kakak sandi yang jauh disana. Jangan menunda-nunda jika kakak sandi telah mengatakan mengajar kami ceramah dan menghspsl surah A-Rahman.
Kesan : Terima kasih banyak atas ilmu semua ilmu yang kakak berikan kepada kami selama ini. Kami tidak akan melupakan kakak. Kami disini akan selalu mengingat dan mengenang jasa-jasa kakak kepada kami semua, selaku santriwan dan santriwati di Masjid Al-Mukminin Bila . Setelah kurang lebih satu bulan kakak mengajar dan membimbing kami, dari yang tidak tahu menjadi tahu. Satu hal yang harus kakak tahu kami semua disini sudah menganggap kakak sebagai saudara kami bahkan sebagai guru kami. Kami semua sangat senang bisa mengenal kak sandi. Meskipun kita berjauhan tetapi dalam doa kita bertemu, dan tibalah saatnya kita akan berpisah. Pepatah mengatakan “dimana ada pertemuan, disitu ada perpisahan.”

Nama : Andi Pratiwi
Pesan : Raihlah pakaian sarjanamu baru pakaian pengantinmu. Setelah itu bekerjalah, setelah bekerja raihlah suksesmu. Jangan lupakan kami semua setiap saat kami akan rindu kepadamu
Kesan : Terima kasih kan sandi telah datang ke Kampung Bila mengajar disini dengan sepenuh hati. Sampai-sampai kak sandi bolak-balik dari Bila ke MIN Bena’ setiap hari mendaki gunung ke atas. Hari ini kak sandi akan pulang. Maafkan kami semua kak jika kak sandi tersinggung dengan perbuatan kami selama ini, yang suka bicara dan ribut. Setiap kak sandi mengajar, kami terus ketawa-tawa setiap kak sandi bicara. Dan perbuatan buruk kami jangan dimasukkan di hati dan perbuatan baik kami masukkanlah dalam hati dan simpan baik-baik dalam hati.
Nama : Susanti
Pesan : Semoga kak sandi baik-baik saja, aamiin. Jangan selalu marah yach kak nanti darah tingginya semakin naik loh. Aku doakan agar kakak bisa sukses setinggi langit dan teman-teman kakak yang mengikuti pengajaran di kampus. Mudah-mudahan bisa juga sukses yach kak. Kakak itu seperti matahari yang menyinari dunia.
Kesan : Kak saya banyak mengucapakan terima kasih kepada kakak karena selalu baik pada kami. Kalau kami ribut kakak selalu diam. Maafin kami yacg kak kalau aku selalu bikin kecewa dan sakit hati kakak dan jangan dimasukkan ke dalam hati yach kak. Kak kami sayang pada kakak sebab kakak mengajar kami dengan baik dan kakak juga sayang pada kami, kakak memang baik hati dan kakak juga harus baik hati pada orangtua yang telah mengandungmu sembilan bulan dan melahirkan kakak dan merawat kakak sampai besar dan menjadi kakak kami yang terbaik dan saya doakan semoga baik-baik saja yach dan panjang umur. Dan terima kasih atas kedatangannya selama satu bulan lebih di Kampung Bila. Kami mohon maaf kalau tidak memberi apa-apa kepada kakak dan saya hanya memberi kertas selembar untuk kakak yang ada beberapa tulisan di bawah. MAAF YACH KAK SANDI KALAU ADA KESALAHAN.
            

Nama : Dewi Susanti
Pesan : Kak sandi raihlah cita-citamu setinggi langit dan jangan lupa ingat kami. Cintailah kedua orangtuamu sebelum mencintai orang lain. Mudah-mudahan cepat sukses... Aamiin....
Kesan : Ka’ sandi yang baik hati, terima kasih karena kakak sudah mengajar kami mengaji, menghapal surah-surah pendek, Qasidah rebana. Terima kasih banyak karena kakak membawa kami ke tanete untuk bisa tampil disana. Kalau tidak bisa tampil kalau tidak ada kakak. Kakak memang orang yang baik. Maafin semua kesalahan kami karena selalu berbuat kesalahan di Masjid. Kak sandi mengajari kami praktek wudhu, praktek shalat, tayammum, bagi laki-laki adzan. Kami tidak tahu semua ini, karena berkat kakak kami bisa tahu ini semua. Maapin semua kesalahan kami di Masjid maupun di Tanete atau di rumah dan dimana saja. Kalau ada perkataan yang kurang bagus mohon dimaapkan. Salah kami di Masjid banyak sekali, pada waktu kami mengaji setiap ashar, maghrib, dan subuh. Dan setiap belajar diwaktu ashar kami selalu ditegur tapi kami selalu ribut. Ketika belajar mengaji maghrib kami selalu ketawa-ketawa. Dan setiap subuh menghapal, menyapu, mengepel lantai, kami selalu mengeluh tetapi kak sandi selalu diam melihat kami marah-marah. Kak sandi jauh-jauh datang kesini ngajarin kami dan kakak membagikan ilmunya kepada kami. Kakak memang orang yang baik. Semoga kami bisa seperti kakak nantinya. Andai kata kakak bisa seperti kakak, bagaiman kami bisa seperti kakak jika kakak harus pergi besok, kami belum lancar menghapal surah Ar-Rahman. Siapa yang ngajarin kami Qasidah sebab kami juga akan tampil di sekolah kami. Jika kami tidak bisa seperti di Tanete pada tampil Qasidah dan kakak jauh-jauh datang meninggalakan orangtua kakak demi kami. Kak siapa yang mengajari kami Qasidah, Kami mau tampil di sekolah kami, kalau salah nanti, baru guru kami bilang kok salah perasaan di tanete bagus nggak salah-salah. Apa yang harus kami bilang. Kakak siapa lagi yang ngajarin kami mengaji, kalau kakak pergi, kalau bulan ramadhan nanti kemudian kami disuruh tampil mengaji lalu kami tidak tahu, apa yang kami lakukan.

Nama : Andini
Pesan : Raihlah cita-cita kakak setinggi langit, cintailah kedua orangtuamu seperti bidadari yang kau cintai dan kami akan menjadi seperti kakak yang hatinya mulia. Kami akan doakan kakak mudah-mudahan sukses. Jika kakak disana nantinya tolong jangan lupakan kami dan jika kakak kangen dengan kami lihatlah matahari dan awan.
Kesan : Terima kasih kak telah mengajari kami mengaji dan tajwid Al-Qur’an dan praktek wudhu, shalat dan kami tidak akan melupakn semua yang kakak berikan berikan selama ini. Kakak selalu tersenyum dan tidak pernah marah dan jika marah cuman bercanda. Kami akan menjadi matahari yang menyinari dunia ini dan kami tidak akan menjadi bulan yang sinari matahari. Selamat tinggal dan selamat jalan, kami akan menangis melihatmu pergi. Hati-hatilah di jalan kami akan doakan semoga selamat di jalan... aamiin. Semua yang kakak berikan selama ini yang sangat baik dan kami akan mengikuti semua yang kakak berikan selama ini dan kami tidak akan mengulangi semua kesalahan kami Kami tidak akan ribut jika kakak berbicara tapi kakak telah pergi apa boleh buat. Kami juga tidak akan bisa memberikan yang lebih berharga untuk kakak lebih pada yang kakak berikan pada kami.

Nama : Hasmidar
Pesan : Pertama, Cintailah dan sayangilah kedua orangtuamu sebelum kakak mencintai dan menyayangi orang lain. Kedua, Raihlah cita-citamu setinggi bintang di langit.
Kesan : Terima kasih kak karena kakak telah jauh datang kesini untuk mengajar kami semua Qasidah, cara wudhu, mengaji, menghapal, dan masih banyak lagi itu semua sangat berarti bagi kami. Sekali lagi, kak terima kasih jasa kakak tak akan terlupakan bagi kami. Kak bila ada kesalahan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya dan perilaku-perilaku yang kakak tidak sukai. Aku akan mengingaat kata-kata kakak yaitu “pergi untuk kembali” mudah-mudahan apa yang kakak bilang bisa tercapai, aamiin. Walaupun kita berpisah tetapi dalam doa kita bertemu. Ada awal tentu ada akhir, ada jumpa tentu ada pisahnya. Terpaksa kita harus berpisah dengan rasa sedih dan terharu. Indah kurasakan saat bahagia bersamamu kini hari kan terasa sepi tampa hadirmu disini. Ingatkah kakak akan duka kita saat masih bersama kujadikan kenangan terindah di dalam hidupku meski nanti hanya bayangmu yang kan menghiasi hari-hariku dalam sepi dan duka kakak selalu ada. Aku akan mendoakan kakak supaya cepat sukses dan bisa mengajar adek-adek dan membahagiakan kedua orangtua kakak. Mudah-mudahan bulan Ramadhan yang akan datang kakak akan datang lagi bersama kami semua disini. Bila ada kata-kata saya yang kakak tidak suka dan penulisan saya salah-salah mohon dimaafkan .Sekian dari saya, sampaikan salam kepada teman-teman kakak semua.

Nama : Kurnia
Pesan : Capailah cita-citamu setinggi-tingginya dan jangan lupa orangtuamu dan adik-adikmu.
Kesan : Kami ingin berkesan tolong maafkan kami kalau menyakiti perasaan kakak. Kami beterima kasih kepada kakak karena telah membagikan ilmunya dan kakak telah jauh datang dari Makassar untuk mengajari kami mengaji. Latihan Qasidah dan kami juga bisa menghapal surah yang kakak ajarin kepada kami. Andaikan kak sandi di Bila terus kami akan mematuhi dan tidak akan membuat kesalahan. Kami sangat berharap kak sandi di Bila terus untuk mengajari kami dan melanjutkan penghapalan kami. Kami juga bisa melakukan permintaan kakak sebelum tidur untuk berwudhu dulu kemudian tidur insya Allah kami akan dapat melakukannya. Sekian.....

Nama : Zul Ikram.P
Pesan : Jangan pernah lupakan kami yach kak.... saat kakak nanti sampai ditempat tujuan kakak/tempat tujuan kakak sandi yang jauh disana. Jangan menunda-nunda jika kakak sandi telah mengatakan akan mengajar kami ceramah dan menghapal Al-Qur’an.
Kesan : Kami disini akan selalu mengingat dan mengenang jasa-jasa kakak kepada kami semua selaku santriwan dan santriwati di Masjid Al-Mukminin Bila. Setelah kurang lebih satu bulan kakak mengajar dan membina kami dari yang tidak tahu menjadi tahu, dan satu hal yang harus kakak tahu, kami semua disini telah menganggap kakak sandi sebagai saudara kami bahkan kakak sandi sebagai guru kami. Kami semua senang bisa mengenal kak sandi. Meskipun kit berjauhan, tetapi dalam doa kita bertemu, dan tibalah saatnya kita akan berpisah. Pepatah menyatakan “dimana ada pertemuan, disitu ada perpisahan.”